Daerah  

GMNI Kubu Raya Gelar PPAB Lintas Komisariat

STRATEGINEWS. Id. Kubu Raya Kalbar- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kubu Raya gelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Lintas Komisariat yang bertempat di Rusunawa Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Kalimantan barat Selasa (26/9/2023).

Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Lintas Komisariat ini sebagai bentuk konsistensi merawat gerakan nilai-nilai Marhaenisme dan PPAB sebagai langkah awal pengenalan organisasi GMNI di lingkungan kampus kepada para mahasiswa baru.

Menurut Bung Mahesa Ketua DPC GMNI Kubu Raya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan PPAB ini sebagai langkah awal menarik minat mahasiswa baru untuk mengenal organisasi GMNI khususnya di lingkungan kampus Unu Kalbar.

Selain itu, kegiatan PPAB ini juga dilakukan dialog interaktif sesama calon anggota dan kader berlangsung dengan meriah.

“PPAB ini dilaksanakan selain sebagai penarik minat mahasiswa baru untuk mengenal organisasi GMNI, juga menjalankan roda organisasi, dan penerapan serta pengejawantahan nilai-nilai marhaenisme sebagai dasar berpikir dan arah perjuangan GMNI” ungkapnya.

Sehingga dengan adanya PPAB Lintas Komisariat ini selain langkah awal menyerap dan menyaring mahasiswa baru juga sebagai peningkatan kualitas dan kuantitas kader dan anggota khususnya di GMNI Kubu Raya.

“Kami melaksanakan kegiatan ini selain dapat menyerap dan menyaring mahasiswa baru juga sebagai salah satu langkah yang dapat meningkatan kualitas dan kuantitas seluruh kader dan anggota GMNI Kubu Raya yang saat khususnya di kampus Unu Kalbar sudah berdiri 3 komisariat aktif,” kata Mahesa

“Tentu kami sangat mengapresiasi panitia dan kader yang telah berperan dalam mensukseskan jalannya kegiatan PPAB ini,” Lanjutnya.

Bung Mahesa juga menambahkan bahwa kegiatan PPAB ini menjadi kegiatan rutin yang masuk dalam silabus pengkaderan yang menjadi produk dan landasan kegiatann kaderisasi GMNI Kalbar.

Diakhir sebelum menutup kegiatan itu, bung Mahesa menekan bahwa kegiatan PPAB ini ialah salah satu bentuk penegasan bahwa GMNI di Kubu Raya menolak tindakan intervensi dari segala pihak dan menolak dengan tegas adanya dualisme di dalam tubuh GMNI Kubu Raya,” tutup Mahesa.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *