Strateginews.id- Palu, Sebuah pesan berantai yang mengatasnamakan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melalui aplikasi whats APP beredar luas dimasyarakat.
Pesan melalui aplikasi Whats App tersebut menyatakan penerimanya termasuk dalam “10 orang tercepat yang dihubungi” dan diminta mengirimkan data pribadi serta informasi perbankan dengan iming-iming hadiah.
Dalam pesan itu, penerima diminta mengirimkan nama lengkap, nomor rekening, nama bank, hingga identitas pribadi lainnya dengan alasan sebagai syarat pencairan hadiah atau verifikasi pemenang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan informasi tersebut adalah hoaks dan tidak berasal dari Gubernur Sulawesi Tengah maupun instansi resmi pemerintah daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, menegaskan bahwa pesan berantai tersebut merupakan informasi palsu yang berpotensi digunakan sebagai modus penipuan.
“Pesan tersebut bukan berasal dari Gubernur Sulawesi Tengah maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai dan tidak menindaklanjuti permintaan pengiriman data pribadi maupun informasi perbankan,” tegas Wahyu.
Menurutnya, pelaku diduga memanfaatkan nama pejabat publik untuk memperoleh data pribadi masyarakat yang kemudian berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk penipuan dan penyalahgunaan rekening.
Wahyu menjelaskan, seluruh informasi resmi terkait program pemerintah, bantuan sosial, pemberian penghargaan, hadiah maupun kegiatan pemerintahan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta media massa yang kredibel.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran hadiah yang disampaikan melalui pesan pribadi, terutama jika disertai permintaan data sensitif seperti nomor rekening, PIN, OTP maupun identitas pribadi lainnya.
“Masyarakat harus lebih teliti dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak jelas dan jangan mengklik tautan mencurigakan,” ujarnya.
Pemprov Sulteng menegaskan bahwa klaim yang menyebut penerima pesan sebagai pemenang atau penerima hadiah dari Gubernur Sulawesi Tengah merupakan informasi palsu dan menyesatkan.
Masyarakat diharapkan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus menjaga keamanan data pribadi di ruang publik.
Dengan maraknya berbagai modus penipuan digital yang mencatut nama pejabat maupun lembaga pemerintah, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan pesan serupa kepada pihak berwenang atau kanal resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (Damai Tebisi).












