Badan Bahasa Sosialisasi Bimtek Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi di Singkawang.

Strateginews.id, Singkawang Kalbar – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bimtek Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi di Kota Singkawang.

Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kota Singkawang (depan kantor walikota Singkawang), Jl. Firdaus, senin sore (27/04/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen (Badan Bahasa) Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum. Kadis Perpustakaan dan Kearsifan Kota Singkawang Abdul Hadi, S.Sos. Serta sejumlah komunitas literasi Kota Singkawang.

Kegiatan yang dikemas dengan Saresehan dan Sosialisas Bimtek Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi ini, bertujuan memperkuat sinergi antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat dan komunitas literasi. Dalam upaya mendukung peningkatan kemampuan kebahasaan dan kesastraan masyarakat, serta mengembangkan strategi penguatan literasi di Kota Singkawang.

Pada kegiatan yang berlangsung, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si, mengatakan, para pendiri bangsa kita memiliki pemikiran, harapan yang sungguh mulia. Pemikiran tersebut dikuatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.Tujuan pembangunan nasional, ucapnya, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Itu adalah tujuan mulia. Karena hanya bangsa yang cerdas yang bisa memakmurkan rakyatnya. Mensejahterakan dan memajukan bangsanya, ” ungkap Hafidz Muksin.

Hafidz Muksin, beberapa waktu berjalan dalam penyampaian, menyatakan tidak akan lebih banyak bicara. Sebaliknya akan lebih banyak mendengarkan pertanyaan atau apapun penyampaian peserta komunitas literasi di Singkawang.

Sesi dialog dan tanya jawab, penyerap sosialiasi dan peserta bimtek, mengharapkan adanya pendekatan secara langsung yang lebih sinergis dan kolaboratif, antara komunitas penggerak literasi, dan relawan literasi dengan Balai maupun Badan Bahasa. Tidak hanya sekedar bagaimana didorong pada suasana formalitas sosialisasi. Dan semata untuk memenuhi pendataan, misalnya tentang pemenuhan syarat adanya program bantuan. Keadaan nyata keberadaan pusat literasi (perpustakaan maupun taman bacaan di tingkat kelurahan) yang telah ada, perlu mendapat sentuhan dan pembinaan secara langsung. Dalam upaya meningkatkan minat baca bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar. Diharapkan, ada Komunikasi yang berlanjut sebagai upaya meningkatkan membaca anak-anak dan warga sekitar. Salah satu misal, adanya kunjungan pihak terkait, datang berkunjung ke taman bacaan atau perpustakaan dikelurahan.

Juga dalam penyampaian oleh beberapa peserta, upaya mendorong minat baca masyarakat maupun kalangan anak-anak, lebih efektif menunjang disertai dengan minat menulis. Dan Hal ini telah dilakukan. Sebagai percontohan, minat menulis cerita dikalangan anak-anak di sekolah (yang mereka sukai), dapat dibuktikan lebih diminati. Sehingga mendorong minat anak-anak untuk membaca, kemudian terlatih memahami bacaan yang dibaca. Setidaknya membaca tulisan yang telah dibuatnya sendiri.

(Ibnu Azan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *