Buka Bersama Jadi Momentum Konsolidasi, ISNU Sumenep Segarkan Semangat Khidmah

STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Momentum Ramadan dimanfaatkan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep untuk memperkuat kembali soliditas organisasi. Melalui kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan rapat konsolidasi, para pengurus berupaya menyegarkan semangat khidmah sekaligus merumuskan kembali langkah strategis organisasi ke depan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kiai Ilyas Syarqawi PCNU Sumenep, Sabtu (7/2/2026). Sekitar 80 peserta hadir dalam forum tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pengurus PC ISNU Sumenep, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Sumenep, serta sejumlah pimpinan PCNU Sumenep.

Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Mohammad Husnan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi yang dalam setahun terakhir dinilai belum berjalan optimal. Menurutnya, para anggota ISNU yang berasal dari berbagai latar belakang profesi kerap disibukkan dengan aktivitas masing-masing sehingga membutuhkan ruang untuk kembali menyatukan orientasi pengabdian dalam bingkai jam’iyyah.

“Momentum ini kami jadikan sebagai upaya menyegarkan kembali semangat berkhidmah sekaligus memastikan program kerja organisasi dapat direalisasikan dengan ukuran dan indikator yang jelas,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PC ISNU Sumenep, dilanjutkan taushiyah dari Wakil Ketua Bidang Banom PCNU Sumenep, K.H. Abd. Wasid. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan rapat konsolidasi yang dipimpin Wakil Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Ahmad Khotib.

Dalam forum konsolidasi tersebut, para peserta melakukan refleksi terhadap berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyusun rencana kegiatan strategis ke depan. Pembahasan juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi antara PC ISNU dengan PAC ISNU di tingkat kecamatan serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

Dalam taushiyahnya, Kiai Abd. Wasid menegaskan bahwa ISNU memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya kalangan intelektual Nahdlatul Ulama. Menurutnya, cakupan anggota ISNU sangat luas karena mencakup berbagai generasi, latar profesi, serta gender yang berbeda.

Karena itu, penguatan organisasi dan konsolidasi internal menjadi kebutuhan mendesak agar khidmah ISNU semakin terasa manfaatnya bagi umat. Terlebih, jumlah sarjana yang berasal dari kalangan Nahdliyin terus bertambah setiap tahun.

“Potensi ini harus dikelola dengan baik. ISNU perlu membuka ruang yang lebih luas bagi kader dan anggota baru, khususnya di tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi dan kaderisasi organisasi. Menurutnya, semakin banyaknya sarjana NU di berbagai pelosok desa menjadi peluang besar untuk memperkuat gerakan intelektual Nahdliyin melalui wadah ISNU.

Dari hasil rapat konsolidasi tersebut, sejumlah agenda kerja direkomendasikan untuk segera direalisasikan. Salah satunya penyelenggaraan Sekolah Intelektual ISNU secara periodik yang menghadirkan narasumber dari kalangan anggota ISNU sendiri. Forum tersebut direncanakan menjadi ruang berbagi gagasan dan hasil penelitian, seperti tesis maupun disertasi, yang akan mulai dilaksanakan pada April 2026.

Selain itu, PC ISNU Sumenep juga berencana menyusun database sarjana NU di Kabupaten Sumenep lengkap dengan bidang keahlian masing-masing. Langkah ini dinilai penting sebagai basis penguatan jaringan intelektual sekaligus memudahkan mobilisasi sumber daya keilmuan dalam berbagai program organisasi.

Upaya lain yang juga direncanakan adalah pembentukan forum motivasi berbasis platform digital dan media sosial yang akan diisi secara bergantian oleh pengurus PC maupun PAC ISNU. Di samping itu, pengurus juga sepakat untuk melaksanakan kegiatan turun ke bawah (turba) ke seluruh PAC ISNU se-Sumenep sebagai bagian dari penguatan komunikasi organisasi.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi ISNU, baik dari sisi internal maupun eksternal. Secara internal, masih terdapat persoalan kohesi organisasi yang perlu terus diperkuat. Sementara dari sisi eksternal, perubahan sosial masyarakat, dinamika kelembagaan di lingkungan NU, hingga perkembangan geopolitik global turut memengaruhi arah gerak organisasi.

Melalui kegiatan ini, para pengurus ISNU Sumenep berharap dapat menjaga konsistensi terhadap berbagai kesepakatan yang telah dirumuskan. Lebih dari itu, forum konsolidasi ini diharapkan mampu memperkokoh komitmen bersama untuk merealisasikan program kerja secara nyata sekaligus menjaga istiqamah dalam berkhidmah kepada umat melalui organisasi ISNU. (bus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *