Sekolah Pasar Modal Motivasi Generasi Muda Cerdas Kelola Keuangan

Strateginews.id, Singkawang Kalbar – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Singkawang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal. Realisasi program kemitraan IGI dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat.

Kegiatan berlangsung di Aula Umar Anshori, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiayah (STIT) Syarif Abdurrahman, Jl. Ratu Sepudak Singkawang Utara, Rabu (11/02/2026).

Hadir pada kegiatan sekolah pasar modal, dari pihak BEI Kalimanta Barat Aryanto memberikan materi sekolah pasar modal, manfaat investasi dan struktur pengelolaan persentase keuangan secara cerdas. Hadir pula kalangan akademisi dari STIT Syarif Abdurrahman selaku tuan rumah Dede Hidayat. Para mahasiswa berbagai Perguruan tinggi di Kota Singkawang. Juga dari kalangan guru SD, SMP dan pengawas SMA/SMK serta para anggota IGI.

Perwakilan BEI Kalimantan Barat Aryanto pada kegiatan sekolah pasar modal, menyampaikan informasi literasi keuangan. Agar para peserta dalam kegiatan ini bisa mendapatkan inside, lebih awere (menyadari) untuk masalah finansial.

Terutama terkait dengan pengamanan aset dimana kita, kata dia, harus menghindari yang namanya pinjaman online ilegal, permainan judi online dan tentu juga investasi bodong.

“Harapan kedepennya kita minta kepada peserta dan juga khususnya generasi muda untuk lebih aware dan lebih bijaksana lagi di dalam merencanakan dan juga mengelola masalah keuangannya. Karena ini menjadi konsen yang sangat penting sekali, apalagi di tengah perkembangan tehnologi informasi yang luar biasa masive-nya. Maka kebijaksanaan dan awareness terkait finansial ini menjadi satu hal yang sangat pundamental bagi generasi muda khususnya bagi para peserta pada kegiatan ini,” ujar Aryanto.

Ketua IGI Kota Singkawang, mengatakan, dengan kehadiran kerjasama IGI Pusat dengan BEI Kalbar, pihaknya ingin memberikan pemahaman dan upaya prepentif kepada masyarakat. Khususnya kepada pelajar dan mahasiswa, serta generasi muda bagaimana mereka dapat melakukan pengelolaan keuangan berbasis syariah, berbasis peraturan dan perundang-undangan. Dan jangan sampai, tegas Tokimin, mereka masuk terjerat pinjol, judol dan semacamnya.

Dari materi yang telah dipaparkan, lanjut Tokimin bagaimana mereka (pelajar, mahasiswa dan generasi muda) dapat mengatur keuangan untuk masa depan.

Pihak tuan rumah, yang telah memfasilitasi tempat berlangsungnya kegiatan. Menerangkan, STIT Syarif Abdurrahman merupakan salah satu lembaga yang memang telah bekerjasama dengan IGI Kota Singkawang.

“Ketika beliau (Ketua IGI Kota Singkawang) menawarkan kerjasama mengenai kegiatan ini saya cukup senang. Positif untuk menerimanya, karena kami juga ingin memberikan literasi keuangan. Terutama keuangan digital. Agar mahasiswa mahasiswi kami, cerdas dalam mengelola keuangan. Jangan sampai bpjs (budget pas-pasan jiwa sosialita). Nah jangan sampai itu terjadi dan memang saat ini dengan arus globalisasi yang begitu dahsyat terkadang kita terutama masa muda, anak anak muda justru mengedepankan gengsi daripada fungsi, ” kata Dede Hidayat.

Tentunya hal itu, lanjut Dede Hidayat, akan berakibat kepada keuangan yang cekak kalau lebih mengedepankan gengsi.

“Ada istilah hidup ini Insya Allah cukup. Yang tidak cukup biaya gengsi. Jadi harapannya, dengan kegiatan seperti ini mahasiswa menjadi aware. Kemudian juga bisa mengendalikan diri dalam mengelola keuangan,” urai Dedek Hidayat.

Dan keuangan itu, lanjut dia, menjadi baik, bahkan bisa berivestasi mungkin dari uang-uang jajan mereka. Kemudian dari usaha mereka, kegiatan mereka sehari hari bekerja. Ada sedikit atau sebahagiannya mereka sisih investasi. Mungkin itu, akhirnya.

(Ibnu Azan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *