Strateginews.id, Singkawang Kalbar – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Singkawang melaksanakan Seminar Pendidikan Tehnologi Dalam Pembelajaran. “Koding dan Kecerdasan Artifisial”. Seminar, bekerjasama dengan Epson. Salah satu produsen printer, proyektor, pemindai, dan peralatan terkait informasi lainnya. Seminar berlangsung di aula Institue Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang Kalimantan Barat, Rabu (23/07/2025).
Hadir pada seminar, Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang, H. Asmadi, S.Pd.,M.Si memaparkan pengarahan umum dan membuka resmi seminar. Pula hadir DPP IGI. IGI Provinsi Kalbar. Rektor ISBI Singkawang. Ketua Dewan Pendidikan Kota Singkawang. Para pengawas sekolah, Organisasi guru lainnya dan Para guru serta mahasiswa.
Kepala dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi dalam penyampaiannya mengatakan, dalam program prioritas Kemendikdasmen RI di asta cita yang ke 4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Diantaranya sains, Pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran pemuda, perempuan dan penyandang disabilitas.
“Jadi kita. Kemendikdasmen bersama IGI, bersama rektor ISBI, bersama Epson adalah untuk melaksanakan misi dan program yang ke 4 dari asta cita , ” ucap Asmadi.
Program prioritas pendidikan dasar, penterjemahan dari asta cita ke 4 ini, lanjut Asmadi, adalah wajib belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan.
“Jadi mau tidak mau. Suka tidak suka, tahun ini (2025) anak wajib masuk TK. Ini program pemerintah ,” ujar Asmadi.
Apa rencana aksi yang telah dilakukan Kadis Pendidikan dan jajarannya ?.
Secara data, terang Asmadi, yaitu membangun beberapa unit sekolah baru. Untuk sekolah TK.
Berikutnya peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru. Penguatan karakter 7 kebiasaan baik anak Indonesia hebat dan pagi ceria.
Pembelajaran yang mendalam,tutur Asmadi, pada akhirnya adalah bahagia menyenangkan dan ceria. Untuk dapat membahagiakan murid, ucapnya, harus dari diri sendiri (guru) dulu yang bahagia. Untuk menceriakan, harus dari diri sendiri dulu yang ceria.
“Ending apapun kurikulum kita. Metode dan strategi kita. Termasuk yang diprakarsai IGI saat ini. Bagaimana kita bisa lahir sebagai guru guru yang bahagia dan ceria. In sya Allah akan menghasilkan anak anak yang bahagia dan ceria untuk Indonesia hebat, untuk Indonesia kuat, ” ucap Asmadi.
Di Indonesia keberadaan Epson sudah berusia 30 tahun. Dan telah berusia 80 tahun di dunia ,” kata Zinafar SA Siadari dari Epson. Sekaligus ia selaku narasumber, mempresentasikan Karya Anak Bangsa dari Epson untuk Indonesia.
Epson, kata Zanifar sangat peduli dengan dunia pendidikan. Telah memiliki 10 ribu lebih karyawan, yang mana karyawan tersebut, ucapnya, berasal dari anak didik dari sekolah sekolah.
Ketua IGI Kota Singkawang, Tokimin, S.Pd.I.,M.Pd, menjelaskan keseluruhan peserta yang mengikuti seminar, berjumlah 121 peserta. Program ini bersumber dari IGI secara kemitraan dengan Epson Indonesia.
“Kami IGI Kota Singkawang, tentunya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. kepada kemitraan dan narasumber. Kepada ISBI Singkawang. Dan Kadis Dikbud Singkawang meresmikan membuka seminar, ” ujar Tokimin.
(Ibnu Azan)












