Perkemahan Bersama Pramuka dan PMR Madya di SMP Negeri 6 Manokwari: Membangun Karakter Siswa di Era Digitalisasi

STRATEGINEWS.id, Manokwari, 14 Juni 2025 – Menjelang liburan akhir semester, Gudep Gerakan Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) Madya SMP Negeri 6 Manokwari menggelar perkemahan bersama pada 13-14 Juni 2025. Kegiatan yang disambut antusias oleh seluruh peserta ini dibuka langsung oleh Wakasek Kesiswaan, Rifaldy Agus Saputra, yang mengungkapkan harapannya agar perkemahan ini dapat diikuti dengan baik hingga penutupan.

Perkemahan bersama ini menjadi momen spesial, mengingat ini adalah kegiatan pertama yang digelar secara bersama sejak beberapa tahun terakhir, ketika kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sempat terhenti. Kini, dengan kembalinya aktivitas pembelajaran secara menyeluruh, diharapkan kegiatan ekstrakurikuler dapat kembali menggeliat dan menjadi wadah penting dalam membentuk karakter siswa.

Kepala SMP Negeri 6 Manokwari, Rusmawaty Nadapdap, S.Pd.Bio, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan keprihatinannya mengenai minimnya keterlibatan siswa dalam kegiatan PMR Madya maupun Pramuka. Dengan jumlah siswa sekitar 800 orang, hanya sebagian kecil yang terlibat dalam pembinaan kegiatan tersebut. “Harapan kami, dengan kembalinya pembelajaran di pagi hari secara penuh, kami dapat kembali menggelar pembinaan di sore hari untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam kegiatan ini, guna membentuk karakter mereka di tengah era digitalisasi. Dukungan dari orang tua sangat kami harapkan dalam hal ini,” ujar Rusmawaty.

Sesuai dengan pembinaannya, PMR Madya berfokus pada pengembangan karakter kepalangmerahan, kepemimpinan, keterampilan sosial, dan pertolongan pertama. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan anggota PMR menjadi relawan PMI di masa depan. Sementara itu, Pramuka Penggalang lebih menekankan pada pendidikan karakter, pengembangan keterampilan, dan pembentukan kepribadian melalui berbagai kegiatan yang menarik dan menantang. Pembina Pramuka berperan penting dalam memberikan bimbingan, motivasi, serta menjadi contoh yang baik bagi peserta didik.

Sistem Among yang diterapkan dalam pembinaan Pramuka Penggalang memungkinkan kebebasan dan kemandirian para anggota, dengan tujuan membentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Yohanes Ada’ Lebang, Pembina UKM Gerakan Pramuka dan UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Unipa, menekankan pentingnya tugas pembinaan pada Gudep untuk menyiapkan generasi muda Manokwari yang unggul, profesional, dan tangguh, khususnya dalam konteks pembangunan Papua. Ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan pemerintah sebagai mitra dalam setiap pembinaan, serta komitmen terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan bahwa perjalanan pembinaan yang dilakukan oleh UKM Pramuka Unipa dapat menjadi model bagi gugus depan di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Manokwari. Hal ini juga menjadi persiapan untuk pelaksanaan Jambore Nasional pada tahun 2026 di Cibubur, Jakarta, yang diharapkan dapat meningkatkan kegiatan bersama hingga tingkat internasional dan nasional.

Dalam semangat pembinaan ini, setiap kegiatan diharapkan dapat membentuk Pramuka Garuda dari tanah Papua, yang akan menjadi generasi penerus yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global. “Ini adalah tanggung jawab bersama, sinergitas antara semua pihak untuk mewujudkan masa depan generasi muda yang lebih baik,” kata Yohanes,  disampaikan terima kasih pula untuk Ka.mabigus dan jajarannya, orang tua dan peserta didik yang sudah mensukses kegiatan perkemahan ini

Di akhir perkemahan, pesan dari dua peserta didik, Claresta L. Benamen (PMR Madya) dan Kefas G. Mambrasar (Pramuka Penggalang), menunjukkan kegembiraan mereka dalam mengikuti kegiatan ini. “Kami merasa sangat senang dan bahagia mengikuti perkemahan pertama ini. Banyak suka dan duka, tetapi kami berharap bisa lebih giat berlatih lagi ke depannya,” ujar mereka dengan penuh semangat.

Kegiatan perkemahan ini ditutup dengan upacara tali persaudaraan yang diwarnai dengan permainan besar yang dilakukan secara bersama-sama. Meskipun hujan mengguyur lapangan, semangat prajamuda dan kerelawanan tetap berkobar, menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Dengan kegiatan ini, diharapkan akan lahir generasi muda Manokwari yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi, siap mengemban tanggung jawab besar di masa depan.

[nug/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *