STRATEGINEWS.id, Manokwari – Dalam lanskap Universitas Papua (Unipa) yang sarat dengan berbagai dinamika akademis dan sosial, sebuah kisah harapan dan pengabdian sedang dibentuk oleh 12 mahasiswa yang mengikuti orientasi penerimaan anggota baru Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Unipa. Selama tiga hari berturut-turut, sejak 6 hingga 8 Juni 2025, mereka berkumpul di halaman Plaza Unipa, bukan hanya untuk menerima ilmu, tetapi juga untuk menjalin komitmen dalam pelayanan kemanusiaan yang tak kenal lelah.
Dian Anggraeni, Ketua KSR PMI Unit Unipa, berbicara dengan penuh kebanggaan sekaligus nada reflektif. “Sejak pendaftaran pada penerimaan mahasiswa baru (PKKMB), kami telah memperkenalkan organisasi ini kepada mahasiswa baru. Awalnya, ada sekitar 40-an peserta yang mendaftar. Namun, hingga pelaksanaan kegiatan ini, hanya tersisa 12 peserta saja,” ungkapnya. Meskipun angka tersebut terlihat sedikit, Dian tetap yakin bahwa semangat yang membara pada 12 peserta ini adalah cerminan kualitas, bukan kuantitas.
Sebuah pengakuan yang tak bisa dihindari adalah tantangan yang dihadapi oleh organisasi kemanusiaan seperti PMI di kalangan generasi muda. “Pembinaan generasi muda di organisasi seperti PMI kini semakin terbatas. Mahasiswa lebih sering terfokus pada urusan pribadi mereka masing-masing,” tambah Dian. Namun, meskipun dunia akademis terus bergerak dalam arus individualisme yang kian kuat, PMI Unipa dengan tegas berdiri sebagai lembaga yang mengajarkan semangat kolektivitas dan kepedulian sosial.
Selama tiga hari, peserta orientasi tak hanya menerima materi dasar tentang kepalangmerahan dan manajemen relawan. Mereka dibekali pengetahuan mendalam mengenai Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (PMER), penanggulangan bencana, kedaruratan medis, serta pertolongan pertama (PP). Tak kalah penting, mereka juga memperoleh keterampilan praktis seperti public speaking dan pengenalan obat. Semua materi ini disampaikan dengan gaya yang engaging, diakhiri dengan kegiatan outbound yang penuh keceriaan.
Namun, perjalanan KSR PMI Unipa tidak berhenti di sini. Seperti yang disampaikan oleh Yohanes, anggota KSR PMI Unit Unipa kembali akan mempersiapkan diri untuk aksi donor darah yang akan menjadi program rutin setiap tiga bulan sekali. Di samping itu, mereka juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Diklat Dasar sebagai bagian dari kewajiban, serta menghadapi Temu Karya Nasional 2026 yang akan diadakan pada bulan Juni-Juli mendatang. “Kami berharap bisa membawa nama baik Unipa dalam Temu Karya Nasional, yang tahun ini akan dilaksanakan di tiga provinsi calon, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara,” tambahnya.
KSR PMI Unit Unipa tidak hanya melihat tugas-tugas kemanusiaan sebagai bagian dari kewajiban, tetapi juga sebagai panggilan jiwa. “Dengan semangat Siamo Tutti Fratelli—Kita Semua Bersaudara—kami berkomitmen untuk selalu siap membantu, baik dalam kondisi damai maupun darurat,” ungkap Dian. Di tengah ketidakpastian dunia, komitmen mereka untuk melayani kemanusiaan adalah secercah harapan bagi masa depan yang lebih peduli.
Di balik semangat yang membara dari 12 peserta orientasi anggota baru KSR PMI Unit Unipa, terdapat pondasi kokoh yang menghubungkan organisasi ini dengan peran kemanusiaannya yang lebih besar. Yohanes Ada Lebang, Pembina Teknis KSR PMI Unit Unipa dan juga Ketua Bidang Relawan PMI Papua Barat, tidak hanya berperan sebagai pendidik bagi para relawan muda. Ia juga membawa pengalaman berharga sebagai pemilik sertifikat Nasional dalam Planning, Monitoring, Evaluation and Reporting (PMER), yang memberikan wawasan mendalam tentang pengelolaan program kemanusiaan.
“Sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, kami berharap agar pembinaan generasi muda, khususnya di PMI, dapat menjadi skala prioritas. Sebab, PMI sebagai organisasi bertaraf internasional memiliki peran vital sesuai dengan amanat kemitraan antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan pemerintah, yang tertuang dalam Undang-Undang Kepalangmerahan (UU No. 1 Tahun 2018),” ungkap Yohanes dengan tegas. Menurut UU ini, PMI memiliki kewajiban untuk melakukan penyelenggaraan kepalangmerahan bersama, baik dalam masa damai maupun masa konflik bersenjata.
Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan, “UU ini juga mengatur peran PMI dalam memberikan bantuan kepada korban konflik, bencana, dan gangguan keamanan, serta memberikan pelayanan darah. Sebagai bagian dari sistem ini, kami di KSR PMI Unipa merasa bertanggung jawab untuk mendidik dan menyiapkan generasi muda sebagai bagian dari solusi kemanusiaan di masa depan.”
Namun, semangat KSR PMI Unit Unipa tidak hanya terbatas pada kegiatan orientasi tahunan. Yohanes menambahkan bahwa kami juga siap mendukung pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PMI Papua Barat yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2025. “Kami berharap Musda ini dapat memilih pemimpin dan pengurus yang memiliki visi untuk melanjutkan program kemanusiaan di Papua Barat, khususnya sesuai dengan tujuh dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (PMR),” lanjut Yohanes.
Tujuh prinsip dasar tersebut—Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan—menjadi pedoman yang tak tergoyahkan dalam setiap langkah yang diambil oleh PMI. “Kami berkomitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap program dan kegiatan yang kami lakukan, dengan harapan dapat terus berkontribusi pada kemanusiaan, baik dalam keadaan damai maupun krisis,” ujar Yohanes.
KSR PMI Unit Unipa, melalui orientasi dan berbagai program pelatihan, berupaya untuk mewujudkan visi ini dengan tidak hanya memberikan pengetahuan dasar kepalangmerahan, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi anggota dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan. Dengan semangat yang tulus dan komitmen yang kuat, KSR PMI Unit Unipa tetap melangkah maju, siap menghadapi tugas-tugas kemanusiaan yang lebih besar di masa depan.
Dengan kedalaman komitmen yang ditunjukkan oleh para relawan muda ini, serta dukungan dari pimpinan Universitas Papua dan PMI Kabupaten Manokwari, masa depan PMI di Papua Barat terlihat cerah. KSR PMI Unipa, sebagai bagian dari jaringan kemanusiaan yang lebih luas, bertekad untuk terus menjaga semangat kebersamaan, serta meneruskan pengabdian mereka untuk Indonesia, khususnya di tanah Papua.
Salah satu titik kulminasi dari orientasi ini adalah aksi solidaritas yang terpancar dari sinergi antara universitas dan PMI Kabupaten Manokwari. Dalam sambutannya, Yohanes Ada Lebang, Pembina Teknis KSR PMI Unit Unipa, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami mengucapkan apresiasi yang tulus kepada pimpinan Universitas Papua, Ketua PMI Kabupaten Manokwari, fasilitator, dan semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan kegiatan ini. Tanpa mereka, semua ini tak akan terlaksana dengan baik,” ujarnya. Yohanes juga berharap, di masa depan, partisipasi mahasiswa dalam setiap kegiatan organisasi kemahasiswaan di Unipa akan menjadi kewajiban, bukan lagi pilihan.
Seiring dengan berjalannya waktu, semoga 12 peserta orientasi ini bukan hanya menjadi anggota yang terlatih, tetapi juga menjadi panutan bagi generasi yang akan datang. Sebab, di dunia yang semakin terfragmentasi, tindakan kemanusiaan adalah salah satu jembatan yang menghubungkan kita semua. Siamo Tutti Fratelli – Ilmu Untuk Kemanusiaan
[jo/red]












