Oleh: Rizal Saputra
1 Muharam merupakan hari dimana umat Muslim di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Islam.
Menyambut Hari Besar Umat Islam tersebut, kita berharap agar tahun baru Islam menjadi momentum untuk memperkokoh silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan, dan menyematkan kembali nilai-nilai nasionalisme untuk bersama-sama membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Tahun Baru Islam adalah momentum strategis untuk merajut kembali persatuan dengan meneladani semangat hijrah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa bersejarah tersebut tidak hanya menandai perpindahan, tetapi menjadi fondasi kuat saat Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar untuk membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 H, saatnya kita berhijrah untuk melakukan perubahan secara menyeluruh dari keadaan yang kurang baik menjadi baik, dan bahkan lebih baik lagi. Kita harus mampu mengawal suatu perubahan, keutuhan bangsa semakin diperkuat melalui persatuan dan kesatuan, baik melalui persaudaraan sesama muslim, sebangsa setanah air, maupun antar manusia.
Sangat penting, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi modal utama kelanjutan pembangunan nasional melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniah dan ukhuwah insaniyah. Dengan demikian, bangsa Indonesia akan mampu mengahdapi segala tantangan, sehingga bangsa ini akan semakin kuat dan maju.
Tahun Baru Islam, menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan mengimplementasikan nilai hijrah melalui aksi nyata seperti berbagi santunan anak yatim atau bersedekah kepada tetangga sekitar.
Momentum 1 Muharram bukan hanya mengingatkan kita untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga mengajak seluruh anak bangsa untuk berhijrah menuju Indonesia yang semakin kuat, bersatu, dan maju.
Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang berkembang, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di ruang publik. Maraknya enyebaran hoaks, fitnah, dan informasi yang bersifat provokatif dapat mengganggu harmoni sosial apabila tidak disikapi secara kritis dan bertanggung jawab.
Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan.
Menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda. Hal tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan mendukung berjalannya pemerintahan.
Semoga 1 Muharram menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun optimisme bersama. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, kita yakin Indonesia akan semakin maju, damai, dan bermartabat.
Semoga tahun baru Islam ini, menjadi spirit bagi kita untuk menjemput masa depan yang lebih baik. Jangan biarkan kegagalan di masa lalu menghentikan langkah. Tahun baru adalah kesempatan untuk memulai kembali dan mewujudkan impian. Semoga tahun ini penuh dengan keberhasilan dan kebahagiaan.








