Untuk pertama kalinya di dunia, orang utan sumatra pakai jembatan kanopi

Foto:
Seekor orang utan sumatra di Sumatra Utara.

STRATEGINEWS.id, Medan — Untuk pertama kalinya dalam catatan dunia, seekor orang utan sumatra telah terekam dalam video mampu dan mau menyeberangi jembatan kanopi yang dibangun untuk membantu hewan yang terancam punah ini melewati jalan beraspal di Pulau Sumatra, Indonesia, kata sebuah organisasi nirlaba pada bulan lalu.

Jembatan kanopi adalah jembatan gantung buatan manusia—biasanya terbuat dari tali, jaring, atau rangka kayu—yang menghubungkan tajuk-tajuk pohon di atas jalan raya atau area yang terfragmentasi.

Kelompok konservasi Tangguh Hutan Khatulistiwa bekerja sama dengan badan amal yang berbasis di Inggris, Sumatra Orangutan Society (SOS) dan pemerintah daerah, membangun lima jembatan gantung di Provinsi Sumatra Utara pada 2024.

Jembatan gantung itu dibangun setelah jalan yang berfungsi sebagai jalur kehidupan bagi masyarakat terpencil diperluas, membelah hutan hujan yang menjadi habitat orang utan sumatra.

Orang utan sumatra pertama kini telah tertangkap kamera menggunakan salah satu jembatan gantung tersebut, kata SOS dalam pernyataan tertulis seperti dilkutip AFP.

Meskipun spesies lain termasuk gibbon dan monyet ekor panjang juga pernah terlihat menyeberangi jembatan gantung semacam itu, “ini adalah yang pertama di dunia untuk orang utan sumatra,” tambah SOS.

Penggunaan jembatan oleh orang utan tersebut merupakan “tonggak penting bagi konservasi, kata kepala eksekutif SOS, Helen Buckland.

“Jembatan kanopi ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia dan satwa liar tidak harus bertentangan. Terkadang, solusi paling sederhana adalah yang paling efektif,” tambah Buckland.

Jalan tersebut merupakan penghubung sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatra Utara.

Namun, jalan tersebut juga telah memisahkan populasi sekitar 350 orang utan, kata SOS.

Erwin Alamsyah Siregar, direktur eksekutif Tangguh Hutan Khatulistiwa, mengatakan, fragmentasi habitat adalah “salah satu tantangan terbesar dalam konservasi kontemporer.”

Ia berharap jembatan kanopi akan menjadi “fitur standar” dalam perencanaan infrastruktur di seluruh wilayah tersebut.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengklasifikasikan orang utan sumatra, yang endemik di Pulau Sumatra, sebagai spesies yang terancam punah, dengan hanya tersebut lebih dari 13.587 individu pada penghitungan terakhir.

Penurunan populasi mereka disebabkan oleh hilangnya dan fragmentasi habitat serta perburuan ilegal.

Di alam liar, orang utan hanya ditemukan di Sumatra, Indonesia, dan Pulau Kalimantan. Wilayah Pulau Kalimantan ini terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, seperti dikutip dari Nationalgeographic.co.id, Jumat (9/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Sumber: Nationalgeographic.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *