Soal Seleksi Paskibraka 2026 Di TTS, Kaban Kesbangpol TTS Akhirnya Buka Suara

STRATEGINEWS.id, TTS – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol ) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apolos Banunaek, akkhirnys buka suara terkait polemik seleksi Paskibraka tahun 2026 yang di selenggarakan pihaknya, hingga viral di Media Sosial ( medsos) baik di group Whatsupp ( WA) maupun Facebook ( FB)

Fakta ini berkaitan dengan ketidaklulusan salah satu siswi SMU Kristen 1 Soe, Gresyani Tenistuan, yang diduga akibat kesalahan penginputan data, hingga menuai ragam sorotan maupun kritikan di tengah masyarakat

Kepada Tim media ini Sabtu (9/05/2026) di bilangan kantor bupati baru usai CFD, Kaban kesbangpol TTS, Apololos Banunaek secara terinci menerangkan, dari awal tahapan seleksi samapta, seleksi kesehatan, seleksi PBB, hingga
seleksi kepribadian, semua peserta seleksi dinyatakan lulus.

Selanjutnya dari tahap ini, Panitia Seleksi (Pansel) melakukan perhitungan akumulasi nilai untuk menentukan perengkingan peserta paskibraka. Dari perhitungan tersebut, mendapat rengking 1 sampai dengan rengking 25 untuk kelompok putra

Sedangkan untuk kelompok putri rengking 1 sampai 22.Hal ini berpijak pada kebutuhan paskibraka tingkat Kabupaten TTS tahun 2026 sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 15 peserta putra dan 15 peserta putri

Dari sini tim seleksi pansel menentukan peserta yang di panggil untuk melakukan pengukuran pakaian dan mengikuti tahapan latihan, yakni peringkat 1 sampai dengan peringkat 15 untuk kelompok putra dan kelompok putri. Sedangkan dari urutan 16 ke bawah dinyatakan gugur secara perengkingan

Hal berikut terkait Nona Tenistuan, mengapa di dipanggil untuk mengukur pakaian dan sepatu tapi di suru pulang

Disini perlu kami tegaskan, bahwa setelah penentuan 30 peserta calon paskibraka, di bentuklah group oleh admin group yakni staf ibu Noni Tv Nope

Pembuatan group itu di lakukan oleh Noni Tv Nope pada hari Minggu. Sesuai penjelasan ibu Noni Tv Nope, Group itu di buat di rumah dengan maksut melihat rengking peserta yang tidak berurutan, melihat nomor kontak peserta,
Nama peserta dan juga foto peserta

Kesalahan input data

Saat itu beliau (IbuNope,red) sambil meyusui anak, sehingga terjadilah kesalahan input data Nomor HP hingga terbentuklah group paskibraka kelompok 30

Selanjutnya keesokan hari Senin di lakukan pengecekan kembali terhadap group yang baru di bentuk, yakni admin group Staf Noni Tv Nope

Disitulah diketahui adanya kesalahan menginput Peserta group, hingga memasukan peserta putri peringkat 17 atas nama Gresyani Tenistuan dan melupakan peringkat 11 atas nama Adelia P. Aurora

Dari fakta ini akhirmya di lakukan koreksi kembali dengan memasukan nama Adelia P. Aurora, namun tidak menghapus nama Gresyani Tenistuan pada group tersebut

Kesalahan inilah akhirnya memicu polemik, sehingga semua informasi di group tentang proses pengukuran pakaian dan sepatu diketahui dan diikuti oleh Gresyani Tenistuan

Setelah selesai melakukan pengukuran pakaian dan sepatu, pansel melakukan pengecekan data dan di ketahui jumlah peserta sebanyak 31 orang yang melakukan pengukuran pakaian

Pansel akhirnya memferifikasi kembali data hingga di ketahui jumlah peserta yang lebih dari kuota, yang seharusnya tidak ikut melakukan pengukuran pakaian

Selanjutnya salah satu tim pansel yakni Noni Tv Nope melaporkan kepada kepala seksi pak Denike Maroly dan diteruskan kepada Kaban kesbangpol

Kaban Kesbangpol menyampaikan kepada Denike Maroly agar menginformasikan kepada Siswa Gresyani Tenistuan agar bertemu di ruangan Kaban Kesbangpol. Pada pertemuan tersebut, diberikan kesempatan kepada Staf Denike Maroli untuk memberikan penjelasan teknik.

Denike Maroli menyebut, Alur tes Paskibraka 2026 secara umum terdiri dari tahap utama yang dilakukan secara berjenjang. Proses seleksi ini meliputi administrasi, wawasan kebangsaan, Intelegensia umum, kesehatan, parade, kesamaptaa,PBB, dan kepribadian.

Dari tahap ini, semua peserta seleksi dinyatakan lulus. Dan panitia seleksi melakukan perengkingan terhadap hasil penilaian untuk menentukan 30 orng calon paskibra 2026 tingkat Kab TTS. Rengking Gresiani Tenistuan adalah peringkat 17 dari kelompok putri, sehingga belum terpilih mengikuti proses pengukuran pakaian dan sepatu

Terhadap hal ini Kaban Kesbangpol memberikan penguatan dan motifasi kepada Gresyani Tenistuan agar mempersiapkan diri lebih baik lagi agar dapat mengikuti seleksi paskibra pada tahun berikutnya.

Saat kami ke SMU Kristen 1 Soe untuk menyampaikan permohonan ijin kepada Siswa atas nama Yusto Ale
Yang merupakan perwakilan Paskibra dari TTS untuk mengikuti tahapan seleksi paskibra tingkat pusat pada tanggal 11 sampai 13 mei 2026 di kupang

Pada kesempatan terakhir Kaban Kesbangpol menyampaikan permohonan maaf atas semua kesalahan yang terjadi sejak tahap perekrutan, tahap seleksi, hingga sampai dengan tahapan selanjutnya.

” Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih” tutup Banunaek. (DA/MST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *