LAPAN tuding kinerja Wali Kota Medan lambat, realisasi penggunaan anggaran minim

Foto: Ketua Pembina LAPAN, Haris Kelana Damanak ST MH.

STRATEGINEWS.id, Medan — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dinilai lambat dalam penggunaan APBD Pemko Medan TA 2026 terutama pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Pembangunan dan penyelesaian masalah banjir di Kota Medan bakal mandek karena realisasi penggunaan anggaran tidak berjalan maksimal.

Tudingan itu disampaikan Ketua Pembina Lembaga Advokasi Pengguna Anggaran Negara (LAPAN), Haris Kelana Damanak ST MH, kepada pers, Minggu (26/4/2026) menyikapi pembangunan infrastruktur di Kota Medan hingga saat ini belum berjalan.

“Kami kurang yakin realisasi penggunaan anggaran TA 2026 ini terutama penanganan masalah banjir bakal tidak terserap dengan baik. Kinerja Wali Kota Medan sangat kami ragukan. Untuk mempertahankan saja tidak mampu, konon lagi melakukan gebrakan baru sangat mustahil,” tuding Haris.

Dikatakannya, pelaksanaan proyek infrastruktur yang hingga saat ini belum dimulai pertanda penggunaan anggaran bakal banyak Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).

“Belum lagi kualitas proyek yang kurang maksimal karena kerja buru-buru. Bahkan, faktor cuaca pengerjaan di musim hujan sangat berpengaruh pada kualitas proyek,” ujar Haris, mantan anggota DPRD Medan periode 2019-2024 yang menjabat Ketua Komisi IV DPRD Medan itu.

Begitu juga soal proyek pengendalian banjir, katanya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda menjelang pertengahan 2026.

“Kita lihat saja perbaikan parit sekunder dan parit primer belum dimulai. Padahal permasalahan selama ini adalah sistem drainase yang buruk dan banyak parit yang tidak brrfungsi banyak lumpur dan sampah,” sebut Haris yang mengaku tetap berkontribusi memberikan kritikan dan saran demi kemajuan pembangunan Kota Medan lebih baik.

Dilanjutkan Haris, pembangunan infrastruktur di wilayah Medan Utara pun sangat minim. Padahal tambahnya, pembangunan infrastruktur di wilayah Medan Utara merupakan skala prioritas dan salah satu upaya pengentasan kemiskinan di pantai pesisir Belawan.

“Sangat kami sayangkan kurangnya perhatian Pemko Medan dan pemerintah pusat dalam menuntaskan masalah banjir, apalagi banjir rob,” ungkap Haris, seperti dikutip dari PosRoha.com, Minggu (26/4/2026) malam.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *