Diduga Dianiaya Senior di Papua, Pratu Farkhan Prajurit TNI Asal Asahan Tewas

Teks foto: Ilustrasi korban tewas.

STRATEGINEWS.id, Jakarta – Kekerasan terhadap sesama prajurit TNI kembali terjadi. Diduga senior sesama anggota TNI, menganiaya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit TNI asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) hingga tewas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan bahwa senior yang diduga melakukan penganiayaan telah ditangkap dan kasus ini sedang dalam proses investigasi mendalam.

“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan,” kata Donny saat dihubungi, Senin (5/1/2026).

Donny menegaskan bahwa TNI AD tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan dan menjamin sanksi tegas bagi oknum yang terlibat

“Kami menegaskan bahwa TNI AD tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Atas tragedi ini, TNI AD menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pratu Farkhan dan memastikan pengusutan tuntas kasus ini.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” tutur Donny.

Keluarga korban mencurigai Pratu Farkhan tewas akibat penganiayaan oleh seniornya yang berpangkat Kopral. Zakaria Marpaung, ayah Pratu Farkhan, mengungkapkan bahwa awalnya keluarga mendapat kabar dari sepupu korban bahwa Farkhan sedang sakit dan sempat menghangatkan diri di perapian.

“Informasinya dari berita yang disampaikan oleh sepupunya, bahwa dia (Farkhan) sakit lalu menghangatkan badan di dekat perapian. Dia lagi tugas ke Papua,” kata Zakaria dilansir detikSumut.

Tak lama kemudian, seorang senior Pratu Farkhan berpangkat Sersan menghampiri dan menanyakan kondisinya.

Anggota TNI berpangkat sersan ini pun sempat memijat tubuh Farkhan. Kemudian ada prajurit TNI berpangkat Kopral datang memanggil Pratu Farkhan.

“Selanjutnya datang yang Kopral ini, lalu memanggil (Farkhan), diajak ke samping. Setelah di samping informasinya itu ditanya, lalu disuruh tunduk, lalu dipukul pakai ranting punggungnya,” sebutnya.

Zakaria menambahkan, anaknya juga ditendang oleh kopral tersebut hingga tersungkur.

[sam/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *