STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Di pagi yang belum sepenuhnya terang, suara cangkul dan gerobak bersahut-sahutan di sepanjang jalan Dusun Basoka Tengah, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jumat itu, warga desa tampak bersemangat menyambut kegiatan rutin yang mereka sebut “Jumat Bersih”. Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Basoka, Achmad Suhdi, warga turun ke jalan untuk membersihkan drainase yang tersumbat di sepanjang jalan raya desa yang menghubungkan Tonodung dan Gunung Togel.
“Kalau air jalan dengan lancar, insyaallah jalan kita juga nggak cepat rusak,” kata Achmad Suhdi, sambil menunjuk saluran air yang tengah dikorek oleh sekelompok warga. Menurutnya, inisiatif Jumat Bersih bukan sekadar soal kebersihan. Ada harapan jangka panjang yang ia bangun—desa yang lebih tertata, warganya lebih peduli, dan pemimpin yang tak hanya memberi perintah, tetapi turun langsung ke lapangan.
Kegiatan yang telah berlangsung rutin ini memang tak mewah. Tak ada spanduk besar atau undangan resmi. Namun, yang datang adalah semangat kolektif. Para ibu membawa sapu dan kantong sampah, para pemuda mengangkat lumpur, dan anak-anak menyoraki setiap tumpukan sampah yang berhasil diangkat. Di tengah-tengah mereka, sang kepala desa tak ragu mencangkul dan membersihkan saluran air bersama warga.
“Warga itu semangat kalau pemimpinnya juga ikut bergerak,” ujar Suhdi. Ia percaya bahwa kehadiran kepala desa bukan hanya simbol, tapi juga penggerak. Dalam setiap Jumat Bersih, ia menjadikan dirinya bagian dari masyarakat, bukan sekadar pengarah. Di Basoka, hubungan antara pemimpin dan warga terlihat lebih cair—sebuah pola yang jarang dijumpai dalam praktik birokrasi desa yang kaku.
Bagi warga Desa Basoka, Jumat Bersih bukan hanya rutinitas membersihkan saluran air. Ia menjadi ruang perjumpaan, ajang gotong-royong, sekaligus simbol dari desa yang ingin bangkit dari sekadar status administratif menjadi komunitas yang hidup dan peduli. Di tengah tantangan infrastruktur dan curah hujan yang tak menentu, jalan raya yang bersih dan drainase yang lancar menjadi awal dari mimpi yang lebih besar: Basoka yang bersih, tertib, dan bersatu. (ibn)












