STRATEGINEWS.id, Medan –– Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan seorang tersangka berinisial IB terkait dengan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan oleh bank plat merah cabang Medan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.486.838.491 atau Rp 4,4 miliar lebih.
“Jaksa penyidik Pidsus Kejari Medan menetapkan IB selaku debitur pada bank plat merah cabang Medan sebagai tersangka terkait dengan pemberian fasilitas kredit kepada Bohari Group pada 2017 sampai dengan 2019,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Muttaqin Harahap SH MH, didampingi Kasi Intel Dapot Dariarma dan Kasi Pidsus Mochmmad Ali Rizza, dalam keterangannya, Kamis (20/6/2024).
Dikatakan Muttaqin, fasilitas pembiayaan oleh bank plat merah cabang Medan kepada Bohari Grup 2017 sampai 2019 telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,4 miliar lebih, berdasarkan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.
“Adapun modus perbuatan yang dilakukan tersangka adalah dengan mengajukan fasilitas kredit berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) dengan memalsukan dokumen kontrak kerja dan dokumen pembelian barang, dalam rentang waktu 2017 sampai dengan 2019,” kata mantan Asintel Kejati Banten itu.
Dikatakan Muttaqin, dalam kasus ini tersangka telah menerima 9 fasilitas kredit dengan menggunakan 3 nama perusahaan yaitu PT Bohari Mandiri Bersaudara, PT Bahari Samudra Sentosa dan CV Gambir Mas Pangkalan dengan nilai fasilitas kredit sebesar Rp 17.971.680.692 atau Rp 17,9 miliar lebih.
“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan di Bidang Pidsus Kejari Medan telah dilakukan pengembalian sebesar Rp 7,7 miliar, namun masih terdapat selisih nilai pokok kredit yang masih macet,” ujar Muttaqin.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2, Subs Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan ditahan selama 20 hari ke depan sejak hari ini sampai 9 Juli 2024 di Rumah Tahanan Klas I Tanjung Gusta, Medan,” tukasnya, seperti dikutip dari medanbisnisdaily.com, Jumat (21/6/2024).
(KTS/rel)












