STRATEGINEWS.id, Subulussalam – Seorang warga Desa Cepu, kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Rusin Bancin (70) menuntut ganti rugi tanaman sawit miliknya yang dirusak oleh pihak PT. Bensuli Salam Makmur (BSM)
Tuntutan tersebut ia tuangkan dalam spanduk yang dibentangkan diatas lahan miliknya dengan bunyi “Kami menuntut PT.Bensuli Salam Makmur (PT.BSM) bertanggung jawab atas pengrusakan tanaman kelapa sawit kami”.
Dari video yang viral terlihat Rusin menyampaikan kronologi awalnya pihak management PT BSM meminta izin agar sebahahian lahannya di jadikan waduk air bersih pabrik.Oleh Rusin disetujui tapi dengan catatan tidak boleh merusak tanaman yang ada diatas lahan tersebut,dan pada kenyataannya pihak management perusahaan merusak beberapa batang tanaman sawit dan beberapa tanaman durian musang king.
Kemudian Rusin mempertanyakan perihal pengrusakan tersebut kepada pihak management PT.BSM sempat ada solusi tapi akhirnya batal.
Perihal tersebut lah yg membuat Rusin kecewa dan membentangkan spanduk menuntut pihak perusahaan agar mengganti kerugian tanaman yg ditumbang atau dirusak dengan nilai 500 juta rupiah.
Salah seorang komisaris PT BSM Heppy Bancin yang dihubungi strateginews .id via aplikasi WhatsApp menyampaikan tidaklah benar pihak perusahaan melakukan pengrusakan tanaman milik warga Cepu yakni Rusin Bancin.Rusaknya tanaman lantaran waduk yg abrasi dan jebol sehingga tanaman menjadi rusak.
Sempat ada solusi yg kita tawarkan tetapi management perusahaan tidak sanggup memenuhi beberapa tuntutan dari saudara Rusin, jelas Heppy.
Warga sekitar perusahaan yg belum bersedia disebutkan namanya menyesalkan berdirinya pabrik mini kelapa sawit dilingkungannya yang ternyata selain berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar tapi juga ada dampak negatif berupa polusi udara.
” kami menjemur pakaian dipagi hari saat sore hari diangkat sudah berbercak kehitaman, itulah kondisi lingkungan kami saat ini bg”,jelasnya.
“Ditambah lagi jalan aspal di desa kami yang bertype rendah dilewati angkutan barang muatan CPO yg berkapasitas tonase tinggi.Setelah semua terjadi baru kami mengetahui begitu banyak kerugian warga sekitar dengan berdirinya pabrik kelapa sawit,” ujarnya.
(Dedi)










