Warga Desa Sepangah Kini Nikmati Air Bersih, Bupati Landak: Tolong Dirawat

Oplus_131072

STRATEGINEWS. Id. Landak Kalbar- Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak Kalimantan Barat, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan akses air bersih yang selama ini menjadi kendala bagi ratusan kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut.

Karolin menekankan pentingnya menjaga infrastruktur senilai miliaran rupiah tersebut. Ia memberikan peringatan keras kepada oknum warga yang kerap merusak fasilitas umum demi kepentingan pribadi.

“Memang saya sel, kalau ada yang ganggu ini barang. Saya lapor polisi. Saya suruh angkut. Masuk sel kalau berani motong pipa itu. Memangnya pakai duit siapa? Pakai duit pemerintah, pakai uang rakyat,” tegas Karolin di hadapan warga dan aparat desa setempat.

Selain peringatan soal perusakan pipa yang kerap dipotong untuk kolam ikan atau merendam karet (kulat), Bupati Landak juga menyoroti pelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air (intake).

Karolin melarang keras aktivitas pembukaan ladang maupun penanaman kelapa sawit di hulu mata air.
Ia bahkan mendorong Kepala Desa Sepangah untuk menerapkan hukum adat di area resapan air tersebut agar kelestariannya terjaga mutlak.

“Tolong jangan dulu ditanam sawit lah. Jangan berladang di atasnya. Kalau ditanam sawit dan berladang, saya jamin seminggu kering. Pasang adat Pak Kades di situ, supaya kepentingan 250 KK yang hari ini menggunakan air itu terjaga,” pesan Karolin.

Lebih jauh, Karolin juga mengingatkan masyarakat dan pihak pengelola SPAM untuk memungut iuran pemeliharaan secara bijak, serta menghemat pengeluaran di tengah kondisi ekonomi global dan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi biarlah orang ngomel, yang penting ini SPAM jalan, dipakai sampai lama. Karena apa? Duit pemerintah nggak ada. Harga minyak naik terus. Pikirkan bagaimana menghemat pengeluaran. Tanam sayur, tanam apa yang bisa ditanam. Tanah kita luas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPERA) Kabupaten Landak, Jamelius, melaporkan bahwa pembangunan SPAM ini menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 3,6 Miliar lebih.

Pembangunan fisik SPAM di Desa Sepangah mencakup pemasangan pipa sepanjang 5.922 meter, pembangunan reservoir berkapasitas 150 meter kubik, serta pembangunan bangunan penangkap air baku dengan debit 5 liter per detik. Fasilitas ini langsung dialirkan ke 250 Sambungan Rumah (SR).

“Pembangunan ini bukan sekadar seremoni peresmian sebuah infrastruktur melainkan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas akses air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan,” kata Jamelius.

Ke depannya, sistem operasional SPAM ini akan menggunakan sistem gravitasi sehingga tidak membebani masyarakat dengan biaya listrik yang tinggi. Namun, Jamelius tetap mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak baik pemerintah desa, pengelola maupun masyarakat penerima manfaat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun ini,” tutupnya.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *