Strateginews.Id, Donggala – Sebanyak 2,5 ton pakan dan 117.720 benur udang vaname di serahkan Dinas Perikanan Kabupaten Donggala kepada kelompok budidaya tambak di Desa Siboang, Kecamatan Sojol untuk pemulihan ekonomi produksi tambak pembudidaya udang.
Penyerahan bantuan sarana produksi budidaya tambak udang berupa benur udang vaname dan pakan udang tersebut, sebagai bagian aksi cepat Dinas Perikanan Donggala pasca banjir yang menerjang Desa Siboang, Kecamatan Sojol, Donggala, Sulawesi Tengah.
Demikian di sampaikan Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf di lokasi penyerahan bantuan benih dan pakan udang untuk pembudidaya tambak udang di Desa Siboang, Kecamatan Sojol yang tambaknya rusak karena di terjang banjir.
“Sasaran penerima bantuan benur udang vaname dan pakan udang adalah pembudidaya tambak udang tradisional yang tergolong dalam kelompok pembudidaya dan terkena banjir yang menyebabkan tambak rusak dan tidak berproduksi,” terang Ali.
Menurutnya, kelompok penerima budidaya tambak akan di lakukan pendampingan manajemen. Dengan cara penguatan kelompok pembudidaya tambak udang tradisional dalam mengelola secara mandiri.
Artinya lanjut Ali, ke depan di harapkan dengan produksi budidaya tambak akan lebih optimal sebelum dilakukan Intervensi bantuan sarana produk pakan dan sarana produksi benih udang vaname.
“Selain itu, pendampingan pembudidaya tambak tradisional dengan menerapkan cara budidaya ikan (CBIB) yang baik dengan perbaikan konstruksi tambak seperti, pematang diperkuat biar tidak jebol saat hujan, pintu air sederhana dari kayu atau bambu tapi bisa mengatur pasang surut dan manfaatkan pasang surut alami untuk ganti air sehingga tidak perlu pompa,” jelasnya.
Lebih lanjut di jelaskan Ali secara tekhnis, penyediaan dan pengaturan air masuk saat pasang, ditahan di tambak. Juga perlu di buatkan petak kecil sebagai biofilter di sisa lahan dan juga filtrasi sederhana pakai saringan strimin atau bambu untuk cegah hama masuk.

Ali juga menjelaskan, pengolahan tanah dan pemupukan alami setelah panen, dasar tambak dikeringkan 1-2 minggu biar lumpur kering dan gas beracun hilang. Kapur dolomit ditebar kalau tanah asam. Pemupukan pakai pupuk kandang atau kompos untuk tumbuhkan pakan alami plankton.
“Selanjutnya, penebaran benih lokal atau unggul sederhana yang berkualitas, tebar dengan kepadatan rendah 3-5 ekor/m² agar tidak rebutan pakan. Aklimatisasi tetap dilakukan dengan cara buka kantong benur dan campur air tambak sedikit-sedikit,” paparnya.
Di jelaskan pula, pakan alami dan pakan tambahan minimal bagi tambak tradisional mengandalkan pakan alami dari plankton dan organisme dasar. Dan untuk pakan tambahan di beri secukupnya saja.
Lanjut kata Ali, selain manajemen tehnis diharapkan pembudidaya dapat menerapkan manajemen usaha sederhana kelompok pembudidaya. Kelompok pembudidaya ikan hamparan untuk tebar dan panen bersama.
“Adapun pencatatan dalam bentuk kalender budidaya sederhana untuk data kondisi iklim musim kemarau untuk udang, musim hujan untuk bandeng menggunakan metode polikultur,” jelas Ali.
Jadi manajemen pencatatan biaya, hasil panen, dan jadwal kerja di buku sederhana. Diharapkan menjadi modal untuk perluasan unit usaha pembudidaya ikan sebagai bahan untuk ajukan kredit usaha lebih baik kedepan.
Dengan aksi cepat bantuan sapro budidaya ikan target produksi budidaya tambak di Kabupaten Donggala dapat meningkat pada tahun 2026 ini, jika di bandingkan produksi perikanan budidaya tahun 2025 sebesar 23,752 ton sebagai kontribusi target produksi Nasional 3 juta ton produksi perikanan budidaya.
“Untuk peningkatan produksi budidaya tambak, awal bulan Juni Dinas Perikanan akan menempatkan alat berat anti rawa guna perluasan areal budidaya tambak. Hal ini memberikan kemudahan pelayanan pembudidaya ikan dalam mempercepat pekerjaan konstruksi tambak,” Pungkas Ali.
DAD












