Patung Jokowi Rp 2,5 M di Sumut dibangun tanpa kaki, ternyata ini alasannya

Teks foto:
Patung Jokowi di Tanah Karo, Sumatra Utara.

 

STRATEGINEWS.id, Medan — Patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diberi nama Juma Jokowi kini telah berdiri megah di kawasan perbukitan Desa Kutambelin, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).

Pembangunan patung Jokowi setinggi 4 meter ini sepenuhnya selesai dan menjadi lambang penghormatan masyarakat terhadap peran Presiden ke-7 Republik Indonesia dalam membangun infrastruktur di wilayah Liang Melas Datas (LMD).

Pemberian nama “Juma Jokowi” pada patung tersebut memiliki makna tersendiri. Dalam bahasa daerah setempat, “Juma” berarti ladang.

Nama ini menjadi bentuk penghargaan warga dari enam desa dan tiga dusun yang tergabung di LMD atas pembangunan akses jalan sepanjang 37 kilometer. Jalan tersebut sebelumnya rusak parah selama puluhan tahun dan sangat menghambat aktivitas pertanian dan kehidupan warga sehari-hari.

Patung ini menggambarkan sosok Jokowi yang memegang buah jeruk di tangan kirinya, sementara tangan kanannya mengepal ke atas. Meski tidak memiliki bagian kaki, bagian bawah patung dirancang menyerupai api yang menyala, melambangkan semangat dan tekad yang menyala-nyala.

Patung Jokowi ini dibuat dari tembaga dan dikelilingi taman bunga serta ladang jeruk, dua elemen yang menjadi ciri khas wilayah pegunungan Karo.

Kepala Desa Kutambelin, Efranda Kembaren, menyampaikan, pembangunan patung telah selesai sepenuhnya meskipun masih ada beberapa area di sekeliling lokasi yang dalam tahap penyempurnaan.

Dia berharap patung Jokowi ini dapat menjadi ikon baru bagi Liang Melas Datas, sekaligus pengingat akan perhatian dan kontribusi nyata Presiden Jokowi terhadap masyarakat di kawasan terpencil.

Efranda mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan Presiden Jokowi ke wilayah LMD baru-baru ini. Meski Presiden tidak sempat mampir ke lokasi patung, kehadirannya di wilayah tersebut sudah sangat membahagiakan bagi masyarakat.

Proyek pembangunan patung Juma Jokowi ini merupakan hasil gotong royong masyarakat setempat dan beberapa pihak dermawan.

Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 2,5 miliar. Seluruhnya bersumber dari swadaya dan bantuan sukarela tanpa campur tangan dana pemerintah pusat.

Selain sebagai bentuk penghormatan, keberadaan patung Jokowi ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan perekonomian warga.

Dengan akses jalan yang kini telah layak, kawasan LMD pun semakin terbuka dan mudah dijangkau masyarakat luar, seperti dikutip dari Ayobandung.com, Senin (19/5/2025) malam.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *