Strateginews.Id, Donggala – Penerapan kurikulum merdeka, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pada kualitas manusia Indonesia dan problem pendidikan selama ini, secara spesifik juga dimaksudkan untuk mendorong agar peserta didik dalam pembelajaran mampu berkembang sesuai dengan minat, bakat, potensi dan kebutuhan kodratinya.
Peserta didik juga diberikan keleluasaan untuk menjadi subyek dan bagian dari agen perubahan dalam proses pembelajaran. Dalam proses penerapannya, tentunya tidak semudah yang dibayangkan, tetapi didapatkan berbagai tantangan yang perlu di elaborasi dan dipecahkan untuk tercapainya tujuan pendidikan Nasional dalam kerangka kurikulum merdeka.
Tantangan dan tanggung jawab itu tentunya perlu direspon secara kritis dan komprehensif oleh para pemangku kepentingan khusus pihak satuan Pendidikan. Bila menginginkan tujuan ideal penerapan kurikulum merdeka tercapai.
Dalam kaitannya dengan hal itu, setidaknya terdapat beberapa tantangan yang perlu direspon oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan, agar dalam pelaksanaan kurikulum merdeka dapat berjalan secara efektif dan efesien.
Menurut Kepala Sekolah SDN Negeri 6 Di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah, Mardia menjelaskan, Sekolah yang di pimpinnya saat ini masih dalam tahap awal dalam menggunakan kurikulum Merdeka yaitu dengan konsep Mandiri Belajar.
Untuk itu lanjut Mardia mengatakan, saat ini penerapan kurikulum Merdeka baru di kelas 1 dan 4 dulu. Adapun proses pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik tetap memadukan kurikulum 2013 (K13) dengan metode mengacu pada kurikulum Merdeka.
“Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan dari Kemdikbudristek yang sudah dicanangkan sejak tahun 2021 menjadi kurikulum yang diterapkan di sekolah penggerak. Pada tahun ajaran 2022, Kemdikbudristek mencoba melakukan pendataan agar sekolah di Indonesia bisa mulai belajar atau menerapkan Kurikulum Merdeka ke depannya,” Kata Mardia.
Lanjutnya, terdapat tiga opsi implementasi kurikulum Merdeka bisa dilaksanakan di sekolah, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Ketiga opsi tersebut bisa dipilih oleh sekolah sesuai dengan kriteria atau kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
“Jadi kami pilih opsi pertama, Mandiri Belajar. Ini bisa dipilih oleh sekolah yang memang belum siap mengimplementasikan kurikulum merdeka di tahun ajaran 2023 ini. Meskipun demikian, sekolah perlu tetap mempelajari bagaimana pengimplementasian Kurikulum Merdeka melalui perangkat yang ada, salah satunya platform Merdeka Mengajar,” Paparnya.
Dan pada tahun ajaran 2024 nanti bilang Mardia, akan menerapkan opsi kedua yaitu Mandiri Berubah. Artinya sekolah sudah mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta memberikan keleluasaan untuk menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada tingkat sekolah, kelas 1, dan kelas 4 nanti.
Akan tetapi karena keterbatasan tenaga guru di SDN Negeri 6 Sindue Tobata yang di pimpinnya ini, hanya ada tiga orang ASN dan di bantu 10 orang guru tercatat sebagai tenaga honorer. Tiga orang ASN tersebut, Dia selaku Kepala Sekolah, Penjaga Sekolah dan guru bidang studi agama. Dan juga belum ada yang menjadi guru penggerak sehingga ini yang membuat belum optimal.
“Inilah menjadi sebuah tantangan bagi kami di sekolah ini, semoga saja ke depan dengan adanya di buka Kembali formasi penerimaan P3K dan CPNS untuk guru, Pemerintah bisa membantu kekurangan ataupun kebutuhan tenaga guru di Sekolah kami ini,” Harap Mardia.
Jadi dengan kondisi ini SDN 6 Sindue Tobata katanya, masih belum optimal terutama mengenai raport Pendidikan yang masih belum memenuhi target. Namun kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk tetap memenuhi target dan tujuan dalam peningkatan mutu Pendidikan.
Mardia berharap, meskipun rasio siswa dan tenaga guru yang ada di SDN 6 Sindue Tobata tidak seimbang. Dengan segala kekurangan personal guru, tetap berusaha dan berupaya agar sekolah ini bisa setara dengan sekolah lainnya. Karena niat kami membangun, memajukan Pendidikan untuk masa depan bangsa dan negara.
Tim Liputan Strateginews.Id












