Strateginews.Id, Donggala – Meskipun tercatat sebagai Sekolah Penggerak, SMP Negeri 4 Balaesang, di Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah ternyata masih belum memiliki satu orangpun guru penggerak.
Ini di ungkapkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balaesang, Edi Kuswandi saat di konfirmasi Staretginews.Id di sekolahnya beberapa waktu lalu. Sebagai sekolah penggerak tentu harus di barengi dengan guru penggerak.
Edi menyampaikan, sebagai kepala sekolah sudah berusaha memberikan motivasi dan dorongan kepada para guru di SMP Negeri 4 Balaesang untuk ikut serta dalam penjaringan seleksi program Calon Guru Penggerak (CGP).
“Karena memang harapan saya pribadi itu, sebagai sekolah penggerak lebih bagus lagi, kalau ada guru penggerak di sekolah ini. Agar kolaborasi dalam implementasi kurikulum Merdeka itu semakin efektif. Saya sudah mendorong temen-temen guru agar ikut program itu,” Imbuhnya.
Akan tetapi papar Edi menjelaskan, untuk guru-guru di sini kebanyakan honorer yang masa kerjanya masih kurang dari 5 tahun. Sementara syaratnya harus 5 tahun masa kerja, dan tahun depan mereka sudah ada yang akan ikut seleksi CGP karena sudah memenuhi syarat.
Kendala lainnya yaitu, khusus bagi guru-guru ASN rata-rata guru senior dan mereka ini terkendala dengan usia. Karena salah satu syarat Calon Guru Penggerak umur produktif maksimal 50 tahun. Ini salah satu faktor membatasi para guru-guru ASN senior tidak dapat mengikuti seleksi CGP, umurnya sudah lewat 50 tahun atau masa kerjanya sudah kurang dari 8 tahun atau memasuki masa pensiun. Kata Edi mengakhiri.
Tim Liputan Strateginews.Id












