STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Soal aliran uang Syahrul Yasin Limpo yang diduga mengalir ke NasDem, mencuat dan menjadi perbincangan publik. Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni, dalam konferensi pers di NasDem Tower dengan tegas mengatakan, tidak ada aliran uang hasil korupsi SYL yang mengalir ke partainya.
Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] bakal melakukan konfirmasi ke Partai NasDem perihal dugaan aliran uang hasil korupsi mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo [SYL] ke partai. Konfirmasi tersebut dilakukan dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.
“ KPK juga akan mendalami kepada pihak-pihak terkait yang diduga mengetahui perbuatan tersebut,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Minggu [15/10/2023].
Ali mengatakan, KPK meyakini bahwa partai politik dimaksud akan mendukung proses penegakan hukum tindak pidana korupsi ini.
Menurut Ali Fikri, tim penyidik akan melacak aliran uang atau follow the money terkait kasus dugaan pemersan, penerimaan gratifikasi dan pencucian uang yang menjerat SYL.
“KPK masih terus melakukan penelusuran aliran uang terkait dugaan korupsi di Kementerian Pertanian,” kata Ali Fikri.
Sebelumnya, Partai NasDem membantah terima aliran dana hasil korupsi eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo [SYL] ke partai.
Bantahan tersebut disampaikan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni, dalam konferensi pers, di NasDem Tower Jakarta, Sabtu [14/10/2023].
Sahroni menegaskan, pihaknya tidak pernah menerima duit haram seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] Alexander Marwata.
“Terkait aliran dana ke Partai Nasdem, saya sebagai Bendahara Umum DPP menyatakan, membantah bahwa tidak ada aliran terkait yang disampaikan oleh Pak Alex Marwata,” kata Sahroni.
“Saya selaku bendahara umum, tadi malam sudah mengecek langsung ke rekening partai, resmi rekening partai bahwa kami tidak pernah menerima aliran dana (seperti) dari informasi yang Pak Alex sampaikan,” sambung dia.
Sahroni mengatakan, Partai Nasdem menyayangkan sikap KPK yang langsung mengasumsikan bahwa ada aliran dana dari SYL ke pihaknya. Menurut Sahroni, pernyataan Alexander Marwata yang disampaikan di ruang publik sangat merugikan Partai NasDem.
[jgd/red]












