Strateginews.id, Singkawang Kalbar – Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Kota Singkawang, dan Disdikbud Kota Singkawang, menyambut Tahun Baru Islam1 Muharram 1448 Hijriyah. Berlangsung di rumah melayu balai serumpun Kota Singkawang, Senin malam (15/06/2026).
Memeriahkan momen 1 Muharram tersebut, DPD MABM mempersembahkan hiburan seni budaya melayu, Hadrah. Dan penuh hikmat dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an surah al-hashr ayat 18 oleh Husnin, peraih juara 2 MTQ Qori tingkat dewasa utusan Singkawang Barat.
Momen penting bagi ummat ini, pula menghadirkan Ustadz H Jahri, S.Pd. Memberikan tausiah yang dihadiri Forkopimda, OPD terkait, para guru Agama Islam, organisasi puak melayu, segenap seluruh anggota DPD MABM Kota Singkawang, organisasi wanita Perempuan Melayu dan elemen masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Jahri memberikan pesan penting kepada Ummat, agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Dalam menyambut 1 Muharram dengan tema ” Hijrah Membawa Berkah, Persatuan Menguatkan Ummat” ini, Ustadz Jahri mengutif dari sabda Rosullallah SAW, bahwa paling cerdas adalah seseorang yang pandai mempersiapkan diri mengingat waktu atas sesuatu yang pasti terjadi, namun tidak diketahui kapan waktunya, akan tiba. Yakni ajal/kematian.
Ustadz Jahri menyampaikan ilustrasi tentang sebuah keluarga yang memperoleh mutiara yang sangat berharga. Mutiara tersebut dapat ditukarkan dengan kamar yang penuh emas, kamar dengan tempat tidur yang nyaman, maupun kamar yang berisi berbagai makanan lezat.
Namun menurut beliau, mutiara tersebut sesungguhnya melambangkan amal saleh. Harta, kenyamanan, dan berbagai kenikmatan dunia hanyalah sementara, sedangkan amal saleh akan menjadi bekal yang terus menyertai manusia hingga menghadap Allah SWT.
“Yang paling berharga dalam hidup bukanlah apa yang kita miliki, tetapi amal baik yang kita lakukan. Amal saleh itulah mutiara kehidupan yang sesungguhnya,” tutur beliau.
Mengutip kandungan Surah At-Taubah ayat 20, Ustadz Jahri menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan kedudukan istimewa kepada orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang memperoleh keberuntungan dan kemuliaan di sisi Allah.
Beliau menjelaskan bahwa orang yang istiqamah dalam keimanan akan memperoleh tiga anugerah besar dari Allah SWT.
Pertama, derajatnya akan diangkat. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan, kedudukan, ataupun kekayaan, melainkan oleh kualitas iman, ketakwaan, dan amal salehnya.
Kedua, memperoleh kemenangan. Kemenangan yang dimaksud bukan hanya keberhasilan duniawi, tetapi kemenangan dalam menjaga keimanan, menghadapi ujian kehidupan, serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Ketiga, ilmunya akan terus bertambah. Orang yang dekat dengan Allah akan diberikan hikmah, kebijaksanaan, dan ilmu yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan.
Ustadz Jahri juga mengingatkan bahwa setiap perintah dan ujian yang diberikan Allah SWT sejatinya merupakan sarana untuk menaikkan derajat hamba-Nya.
Beliau mencontohkan Nabi Ibrahim AS yang diuji dengan amanah dan pengorbanan yang luar biasa. Ketika diperintahkan Allah untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintai, Nabi Ibrahim AS tetap menunjukkan ketaatan yang sempurna. Karena keteguhan dan kepatuhannya, Allah mengangkat derajat beliau menjadi salah satu nabi yang paling mulia.
Sementara itu, Nabi Yunus AS diuji dengan beratnya menghadapi kaumnya yang terus menolak dakwah. Dari kisah tersebut, umat Islam diajarkan pentingnya kesabaran, keteguhan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian kehidupan.
Ustadz Jahri juga mengingatkan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukanlah semata-mata keinginan pribadi, melainkan perintah Allah SWT. Meskipun harus meninggalkan kampung halaman yang sangat dicintainya, Rasulullah SAW tetap menjalankan perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan keyakinan.
“Hijrah Rasulullah mengajarkan bahwa terkadang ketaatan kepada Allah menuntut pengorbanan. Namun setiap pengorbanan yang dilakukan karena Allah akan melahirkan kemuliaan dan keberkahan,” jelasnya.
Menurut Ustadz Jahri, seluruh kisah 25 nabi dan rasul sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi umat manusia. Setiap nabi diuji dengan cara yang berbeda, namun mereka tetap sabar, istiqamah, dan taat kepada Allah SWT.
“Kalau para nabi diuji lalu Allah angkat derajatnya, maka kita juga jangan takut menghadapi ujian hidup. Ujian bukan untuk menjatuhkan manusia, tetapi untuk meningkatkan kualitas iman dan mengangkat derajatnya di sisi Allah,” pesannya.
Walikota Singkawang, melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Singkawang, H. Dede Sudrajat, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur pendidikan, adat, dan keagamaan.
Menurutnya, semangat hijrah harus dimaknai sebagai semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik serta memperkuat persatuan sebagai modal utama membangun Kota Singkawang yang harmonis dan sejahtera.
“Persatuan adalah kekuatan. Dengan persatuan, keberagaman menjadi modal pembangunan dan keharmonisan masyarakat dapat terus terjaga,” ungkapnya
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H. Asmadi, S. Pd.,M.Si yang juga Ketua DPD MABM Kota Singkawang berhalangan hadir, berbenturan waktu keberangkatannya ke Kota Batam menyambut kedatangan jamaah haji Kota Singkawang.
Melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Safari Hamzah, S.Ag., M.Si. melaporkan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi menjadi momentum muhasabah dan refleksi untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempererat sinergi antara dunia pendidikan, tokoh agama, lembaga adat, dan masyarakat.
“Melalui momentum ini, kita ingin memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya, sehingga lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mencintai budayanya, serta mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
(Ibnu Azan/SHz)












