STRATEGINEWS.id, BINTUNI, Papua Barat — Kabupaten Teluk Bintuni bersiap menjadi pusat sukacita umat Katolik dan masyarakat Papua Barat. Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau Pesparani IV Tingkat Provinsi Papua Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Juli 2026 tidak hanya akan menjadi ajang pembinaan iman, seni, dan budaya liturgi Gereja Katolik, tetapi juga akan menghadirkan panggung hiburan yang meriah dan berkelas.
Di Tanah Sisar Matiti, suara pujian, harmoni paduan suara, lantunan mazmur, dan semangat persaudaraan akan berpadu dengan penampilan sejumlah talenta musik dari Indonesia Timur. Tiga nama yang dipastikan menjadi perhatian publik adalah Putry Pasanea, Josh Flo Idol, dan Yulsa Caroline Nuhuway.
Nama Putry Pasanea tentu tidak asing bagi pencinta musik Indonesia Timur. Penyanyi asal Ambon bernama lengkap Javrendzia Eka Putry Pasanea itu dikenal luas sebagai pelantun lagu viral “Kaka Enda”. Lagu tersebut melekat kuat di telinga masyarakat Maluku, Papua, dan berbagai daerah lain di Indonesia karena warna musiknya yang khas, ringan, dan dekat dengan rasa anak-anak Timur.
Selain “Kaka Enda”, Putry Pasanea juga dikenal melalui sejumlah karya lain seperti “Kaka Enda 2”, “Janji Putih”, “Sa Su Tau”, “Terlanjur Cinta”, “Orang Yang Sama”, “Pergilah”, “Cinta Terlarang”, “Rindu”, “Putus Cinta Bukan Biasa”, “Jang Tunggu Lama-Lama”, “Datang dan Pigi”, serta “Cinta Sesungguhnya”.
Kehadiran Putry Pasanea di panggung Pesparani IV Papua Barat diprediksi akan menjadi salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat Teluk Bintuni. Dengan karakter vokal khas Ambon dan lagu-lagu yang akrab di hati publik, Putry akan membawa warna hiburan yang hangat, dekat, dan penuh energi Indonesia Timur.
Selain Putry, panggung Pesparani IV juga akan menghadirkan Josh Flo Idol, penyanyi asal Manokwari dengan nama lengkap Florentino Joshua Aluddin. Josh Flo dikenal publik nasional setelah tampil memukau di Indonesian Idol Musim ke-14 dan berhasil menembus babak Top 5.
Josh Flo mencuri perhatian sejak audisi Indonesian Idol melalui suara khas dan penghayatan yang kuat. Ia pernah membawakan sejumlah lagu populer, antara lain “Lay Me Down”, “Sesaat Kau Hadir”, “Niscaya”, “Alamak”, “Aku Takdirmu” bersama Marion Jola, serta “Senja Sudut Kota”. Perjalanan Josh dari Manokwari ke panggung nasional menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Papua Barat bahwa talenta dari daerah mampu bersinar di panggung besar Indonesia.
Dari generasi muda kampus Papua Barat, Pesparani IV juga akan menampilkan Yulsa Caroline Nuhuway, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Caritas Indonesia atau UNCRI. Yulsa dikenal sebagai salah satu talenta vokal muda yang sedang tumbuh dan mencuri perhatian.
RRI Manokwari mencatat Yulsa Caroline Nuhuway sebagai mahasiswa UNCRI yang berprestasi di ajang Bintang Radio Indonesia 2025 tingkat korwil Manokwari, Sorong, dan Fakfak. Ia juga dikenal sebagai peraih Juara 1 Unipa Idol pada rangkaian Unipa Choir Festival 2025. Kehadiran Yulsa menjadi simbol bahwa kampus bukan hanya ruang belajar akademik, tetapi juga ruang lahirnya talenta seni yang membanggakan Papua Barat.
Tidak hanya Yulsa, panggung hiburan Pesparani IV juga akan diperkuat oleh talenta dari Universitas Caritas Indonesia lainnya, yakni Debby Papilaya, Gerry Tahapari, dan Bernardus Horokkubun. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa UNCRI ikut memberi warna dalam panggung seni dan hiburan daerah, sekaligus mendukung ruang ekspresi anak muda Papua Barat.
Ketua Umum Panitia Pesparani IV Papua Barat, Joko Lingara, menyampaikan bahwa kehadiran para artis dan talenta muda tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan suasana Pesparani yang meriah, ramah, dan penuh sukacita.
“Pesparani IV Papua Barat bukan hanya kegiatan lomba, tetapi pesta iman dan pesta persaudaraan. Karena itu, kami ingin seluruh peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir dapat menikmati suasana yang hidup, aman, dan menggembirakan. Kehadiran Putry Pasanea, Josh Flo, Yulsa Caroline Nuhuway, serta talenta muda UNCRI lainnya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Teluk Bintuni,” ujar Joko Lingara.
Menurutnya, Teluk Bintuni ingin memberikan penyambutan terbaik kepada seluruh kontingen dari berbagai kabupaten di Papua Barat. Hiburan yang disiapkan bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari wajah tuan rumah yang hangat dan bersahabat.
“Kami ingin semua yang datang ke Tanah Sisar Matiti merasa diterima sebagai keluarga. Pesparani harus menjadi kenangan indah, baik bagi peserta lomba, dewan juri, tamu undangan, maupun masyarakat. Ini panggung iman, tetapi juga panggung sukacita,” katanya.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah Provinsi Papua Barat, Prof. Roberth K.R. Hammar, menyampaikan bahwa kehadiran para artis dan talenta muda dalam Pesparani IV memiliki makna penting bagi pembinaan generasi muda.
Menurut Prof. Hammar, seni dan musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Melalui Pesparani, talenta seni tidak hanya ditampilkan untuk menghibur, tetapi juga diarahkan untuk membangun iman, karakter, dan persaudaraan.
“Putry Pasanea, Josh Flo, Yulsa Caroline Nuhuway, dan anak-anak muda UNCRI adalah wajah talenta Indonesia Timur yang patut diapresiasi. Mereka menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jalan pelayanan, jalan persaudaraan, dan jalan untuk memuliakan Tuhan melalui bakat yang diberikan,” ujar Prof. Hammar.
Ia menegaskan bahwa Pesparani IV Papua Barat harus menjadi ruang yang memberi panggung kepada semua generasi, mulai dari anak-anak, remaja, Orang Muda Katolik, mahasiswa, hingga umat dewasa. Di dalamnya ada lomba, pembinaan, perjumpaan iman, dan hiburan yang membangun suasana kebersamaan.
“Kita ingin anak-anak muda Papua Barat melihat bahwa bakat harus dirawat. Suara yang indah, keberanian tampil, dan disiplin berlatih adalah anugerah yang perlu dikembangkan. Pesparani memberi ruang agar talenta itu bertumbuh dalam suasana iman dan persaudaraan,” kata Prof. Hammar.
Dengan hadirnya Putry Pasanea, Josh Flo Idol, Yulsa Caroline Nuhuway, Debby Papilaya, Gerry Tahapari, dan Bernardus Horokkubun, Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni dipastikan akan menjadi salah satu agenda besar yang paling dinantikan masyarakat. Dari Tanah Sisar Matiti, gema Pesparani tidak hanya akan terdengar sebagai nyanyian liturgi, tetapi juga sebagai pesta sukacita yang merayakan iman, seni, budaya, dan masa depan Papua Barat.
Pesparani IV Papua Barat 2026 siap menggema. Teluk Bintuni siap menyambut. Tanah Sisar Matiti siap menjadi panggung pujian, persaudaraan, dan hiburan bagi seluruh Papua Barat.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman, panitia juga menyiapkan pengamanan khusus bagi para artis, tamu undangan, peserta, serta masyarakat yang hadir. Jaminan keamanan tersebut akan diperkuat oleh unsur aparat keamanan, termasuk Komandan Kompi-2 Batalyon A Resimen II Pasukan Brimob III Manokwari, yang di pimpin IPDA Fredy Kelwulan, bersama anggota.
Dengan dukungan panitia, aparat keamanan, pemerintah daerah, LP3KD, serta seluruh masyarakat Teluk Bintuni, pelaksanaan Pesparani IV Papua Barat pada 6–10 Juli 2026 diharapkan berlangsung meriah, aman, tertib, dan menjadi kenangan indah bagi seluruh kontingen serta para artis yang hadir.
[yo/rel]










