TELUK BINTUNI, Papua Barat — Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat memastikan seluruh persiapan keamanan terus dimatangkan menjelang pembukaan kegiatan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Koordinasi dengan Polres Teluk Bintuni telah dilakukan sejak awal untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten di Papua Barat.
Ketua Panitia Pesparani Katolik IV Papua Barat, Joko Lingara, mengatakan aparat kepolisian telah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung. Menurut dia, pengamanan bahkan sudah mulai dilakukan sejak para kontingen mulai berdatangan ke Teluk Bintuni.
“Polres Teluk Bintuni sudah siap menjaga keamanan. Bahkan ketika kontingen mulai tiba, aparat sudah berjaga,” kata Joko, Minggu, 5 Juli 2026.
Joko mengatakan, dukungan aparat keamanan menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan Pesparani Katolik IV Papua Barat berjalan lancar. Kegiatan ini akan menghadirkan ratusan peserta, pendamping, pengurus, dan tamu dari berbagai wilayah di Papua Barat.
Namun, ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian maupun pemerintah daerah. Menurutnya, Pesparani adalah hajatan iman dan persaudaraan, sehingga seluruh lapisan masyarakat memiliki peran untuk menjaga suasana tetap aman, tertib, damai, dan penuh keramahan.
Ia mengajak masyarakat Teluk Bintuni untuk ikut menjadi tuan rumah yang baik. Dukungan warga, kata dia, akan memberikan kesan mendalam bagi para kontingen yang datang membawa suara, doa, dan semangat kebersamaan dari daerah masing-masing.
“Kami sangat mengharapkan dukungan seluruh masyarakat agar Pesparani Katolik IV Papua Barat dapat berlangsung aman, tertib, sukses, dan meninggalkan kesan baik bagi semua kontingen yang hadir di Teluk Bintuni,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyatakan rasa bangganya karena Teluk Bintuni dipercaya menjadi tuan rumah Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026.
Kebanggaan itu disampaikan Yohanis saat meninjau persiapan pembukaan Pesparani di Gedung Serba Guna Teluk Bintuni, Minggu, 5 Juli 2026. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Roberth K.R. Hammar, bersama jajaran pengurus LP3KD Papua Barat dan panitia pelaksana.
“Kita bangga menjadi tuan rumah Pesparani Katolik IV tahun 2026,” kata Yohanis.
Menurut Yohanis, pelaksanaan Pesparani tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Teluk Bintuni. Untuk pertama kalinya, daerah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah ajang Pesparani Katolik tingkat Provinsi Papua Barat.
Kepercayaan itu, kata dia, harus dijawab dengan kerja terbaik, pelayanan yang tulus, dan kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
“Ini kali pertama kita menjadi tuan rumah. Mari berikan yang terbaik untuk suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.
Yohanis juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus LP3KD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah bekerja bersama mempersiapkan penyelenggaraan Pesparani. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini tidak mungkin dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui kerja kolektif dan semangat gotong royong.
“Terima kasih kepada panitia dan bapak-mama semua yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat dijadwalkan dibuka pada Selasa, 7 Juli 2026, di Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara gerejani, tetapi juga ruang perjumpaan iman, persaudaraan, dan perayaan keberagaman umat Katolik di Papua Barat.
Di tengah kesiapan panggung, pengamanan, dan penyambutan kontingen, Teluk Bintuni kini bersiap menjadi rumah bersama. Dari daerah ini, suara-suara gerejani akan bergema, membawa pesan damai, persatuan, dan sukacita iman bagi tanah Papua Barat.
[yo/rel]










