Daerah  

BGN setop operasional SPPG di Asahan yang dibongkar pemodal

Foto: Sejumlah pemodal mendatangi SPPG di Asahan sebelum melakukan pembongkaran terkait dengan hasil keuntungan

STRATEGINEWS.id, Medan — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberhentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, pasca sejumlah orang yang diketahui sebagai pemodal dapur melakukan pembongkaran terhadap bangunan.

“Terhadap SPPG tersebut di-suspend (dihentikan) sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Asahan, Adi Atma Arif Harahap, kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Ia mengatakan, ada sebanyak 1.780 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi tanggung jawab SPPG tersebut dan kini tidak lagi menjadi penerima dan masih sedang dalam tahap pembahasan.

“Masih kami lakukan pembahasan terhadap 1.780 penerima manfaatnya. Sebab pendistribusian harus dengan MoU dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan orang membongkar sebagian bangunan SPPG yang selama ini beroperasi di Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Senin (11/5/2026) siang.

Aksi pembongkaran dilakukan sejumlah pihak yang mengaku sebagai pemodal pembangunan dapur SPPG. Mereka menilai pengelola tidak lagi menjalankan kesepakatan terkait dengan pembagian keuntungan atau fee operasional.

Material bangunan seperti seng, kayu, hingga sejumlah bagian konstruksi tampak dilepas satu per satu oleh para pekerja di lokasi. Meski sempat dilakukan mediasi, proses pembongkaran tetap berlangsung.

Salah seorang pemodal, Rizal, mengatakan, tindakan tersebut diambil setelah upaya komunikasi dengan pengelola tidak menemukan titik terang. Menurutnya, para investor merasa dirugikan karena pembagian hasil yang dijanjikan tidak lagi diberikan.

“Awalnya kami masih menerima fee pada bulan pertama dan kedua. Namun setelah itu tidak ada lagi kejelasan. Kami sudah beberapa kali mencoba mediasi tapi tidak pernah ada penyelesaian,” kata Rizal kepada wartawan.

Ia mengklaim sebagian besar bangunan dapur SPPG tersebut dibangun menggunakan dana dari pihak pemodal. Karena itu, mereka pilih mengambil kembali material yang dianggap sebagai hak mereka.

“Bangunan ini berdiri dari biaya kami. Yang kami bongkar hanya bagian yang memang kami bangun dan sesuai dengan bukti pembelian yang kami miliki,” ucapnya, seperti dikutip dari mistar.id, Rabu (20/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *