Bupati Karolin Sambut Baik Kehadiran MMBB, Ajak Lestarikan Nilai Luhur Adat Budaya

Oplus_131072

STRATEGINEWS.id. Landak Kalbar- Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, M.H menghadiri acara ramah tamah pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Mangkok Merah Borneo Bersatu dilapangan GOR Patih Gumantar Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat pada Sabtu (18/4/2026) pukul 18.00 Wib.

Ramah tamah tersebut turut dihadiri oleh, Forkopimda, Panglima Tertinggi MMBB, Marselinus Mian, SE., M.M bersama Presiden MMBB, Diseniman Sanggup, S.H, dan wakil ketua Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Andersius Namsi, Panglima Ringing Saring Kucing, Ketua DPD MMBB Kucing, Apai Janang, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) MMBB se-Kalimantan serta tamu undangan.

Dalam kesempatan ini Karolin menyambut baik berdirinya organisasi MMBB. Saya percaya keberadaan ormas MMBB akan memperkaya khazanah budaya dan kelembagaan serta organisasi yang ada di Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat khususnya,” ujar Karolin.

Karolin juga mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya pengukuhan dan pelantikan seluruh kepengurusan MMBB se-Kalimantan Barat.

Bupati Landak mengajak MMBB untuk bersama-sama merenungkan kembali nilai adat budaya yang perlu dilestarikan. Ia berharap yang dilestarikan adalah nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.

“Pelestarian adat budaya ini bukan berarti kita hidup di masa lalu, tetapi adat dan budaya ini tetap kita lestarikan sebagai bekal kita di masa depan. Maka hiduplah di masa depan yang baik, yang bagus, yang luar biasa untuk anak dan cucu kita ke depan,” tegasnya.

Karolin menegaskan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas bupati.

“Beban ini kita bagi bersama. Saya harap teman-teman dari MMBB bersama kita semua menjaga adat budaya agar bisa menjadi bekal bagi anak cucu kita,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai kebersamaan, gotong-royong, dan kepedulian sebagai modal utama warisan leluhur.

“Hukum adat mengatur kita bersama bukan untuk disalahgunakan, tetapi mengatur semangat dan jiwa kita agar tidak melanggar hak orang lain dengan jiwa dan rohnya yang sejati,” jelas Karolin.

Menutup sambutannya, Bupati Landak berharap kehadiran MMBB dapat memperkuat persatuan dan kekompakan.

“Semoga dengan adanya organisasi ini kekompakan, persatuan, kesatuan di antara kita semakin nyata dan semakin kuat sehingga kita bisa membangun daerah yang kita cintai ini,” tutup Karolin.

Sementara sambutan Panglima tertinggi MMBB, Marselinus Mian menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan kebudayaan Dayak sebagai harta yang tidak tergantikan.

“Sebagai generasi muda, sangat baik jika kita menyadari bahwa kebudayaan adalah harta yang tidak tergantikan dan kebudayaan tidak dapat diciptakan dengan mudah,” ujar Marselinus Mian dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, MMBB hadir sebagai salah satu ormas yang bertujuan mempersatukan dan memperkokoh persaudaraan orang Dayak se-Pulau Borneo bahkan se-Nusantara. Meski beragam sub suku, agama, dan budaya, masyarakat Dayak harus tetap bersatu.

MMBB, lanjut Marselinus, berkomitmen mewujudkan masyarakat Dayak yang beradat, beretika, dan berpegang teguh pada Pancasila serta NKRI. Organisasi ini juga menjunjung tinggi UUD 1945 dan hukum positif tanpa menyampingkan hukum adat warisan leluhur.

“Kami juga akan terus memperjuangkan hak-hak adat Dayak agar jangan sampai dilecehkan dan dipunahkan,” tegasnya.

Marselinus Mian mengajak seluruh Bangsa Dayak di mana pun berada untuk tetap teguh melestarikan adat dan budaya.

Menurutnya, hal itu harus dibarengi dengan peningkatan pendidikan serta harkat dan martabat demi kesejahteraan masyarakat adat.

Ia menambahkan, MMBB akan selalu membela kaum Dayak yang lemah melalui asas demokrasi, penyampaian pendapat di muka umum, dan advokasi hukum.

“Kehadiran MMBB merupakan upaya untuk masyarakat, khususnya generasi muda Dayak sebagai generasi penerus, agar tetap menjaga jati diri dan warisan leluhur,” tutup Marselinus Mian.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *