Opini  

Jusuf Kalla Sosok Bapak Bangsa dari Timur

Rohmat Selamat, SH, M.Kn

Catatan : Rochmat Selamat, SH,M.Kn

Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, menunjukkan ketangguhan sebagai seorang pemimpin dan tokoh bangsa, meskipun menghadapi berbagai isu dan upaya goyangan, dari berbagai pihak.

JK dikenal sebagai pemimpin yang tangguh dan menekankan bahwa peran pemimpin tidak hanya memimpin, tetapi juga harus berani mengambil keputusan yang tepat. JK diakui memiliki pengalaman luas dalam mewujudkan perdamaian, serta dikenal memiliki keahlian dalam resolusi konflik. Di tengah situasi politik yang berkembang, JK juga menyerukan pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari adu domba.

Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), lahir di Watampone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942, sering dianggap sebagai salah satu sosok “Bapak Bangsa dari Timur” karena kontribusi besarnya dalam politik, perdamaian, dan ekonomi Indonesia, khususnya dalam membawa aspirasi Indonesia Timur ke panggung nasional.

Sebagai Bapak Perdamaian Indonesia, Jusuf Kalla dikenal sebagai tokoh yang piawai menyelesaikan konflik di Indonesia. Perannya dalam menyelesaikan konflik tidak saja konflik di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Di dalam negeri Jusuf Kalla berperan penting dalam menyelesaikan konflik di Poso, Ambon, Aceh, hingga Papua. Pada 2009 usai mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, ia menjadi mediator perdamaian di Thailand, Afghanistan, dan Myanmar.

Upaya dan keberhasilannya mendamaikan konflik mengantarkan dirinya dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian oleh organisasi dan lembaga pendidikan, baik dari dalam maupun luar negeri. Gelar Bapak Perdamaian Indonesia dari Universitas Islam Malang (2015), sebagai bapak inspirasi perdamaian dunia bagi pemuda Indonesia dari Indonesia Youth Forum (2019), dan beberapa penghargaan dari Universitas di luar negeri seperti Thailand dan Jepang.

Jusuf Kalla tetap dihormati karena kepemimpinan yang konsisten dan gestur politik yang unik, sering kali memberikan solusi praktis atas permasalahan bangsa.

Dalam panggung sejarah Indonesia modern, Muhammad Jusuf Kalla adalah nama yang berdiri tegak di persimpangan tiga dunia: bisnis, politik, dan kemanusiaan. Pria yang akrab disapa JK ini bukan sekedar politisi biasa; ia adalah lobi arsitek yang telah mencatat rekor sebagai satu-satunya tokoh yang mampu menduduki kursi Wakil Presiden RI selama dua periode dengan presiden yang berbeda

Meski dikenal dengan gaya bicara yang lugas, JK tak jarang memicu kontroversi. Pernyataannya mengenai struktur ekonomi nasional dan dominasi etnis tertentu sempat menuai sorotan tajam. Namun bagi banyak kalangan, sikap tersebut adalah cerminan dari gaya kepemimpinannya yang lugas dan pragmatis—ciri khas seorang pengusaha yang terjun ke dunia birokrasi.

Kisah Jusuf Kalla adalah kisah tentang bagaimana integritas seorang saudagar bisa selaras dengan visi seorang negarawan. Ia membuktikan bahwa politik bukan sekadar tentang kekuasaan, melainkan tentang bagaimana cara tercepat dan paling efisien untuk memberikan solusi bagi masalah bangsa.

Jusuf Kalla adalah sosok negarawan yang sangat konsisten dalam menjunjung jalan damai, dialog, dan penyelesaian konflik melalui komunikasi yang beradab. Karena itu, sangat sulit diterima akal sehat bila seorang tokoh yang justru mengakhiri konflik antarumat kemudian dituduh sedang memantik konflik baru.

*) Praktisi Hukum, Aktivis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *