STRATEGINEWS.id, Medan — Museum situs Kotta Cinna merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang hingga kini terus dilestarikan di Kota Medan.
Berlokasi di Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Sumatra Utara, museum ini tidak hanya menyimpan berbagai benda bersejarah, tetapi juga menjadi bukti bahwa wilayah tersebut pernah berperan sebagai pusat aktivitas perdagangan internasional pada masa lalu.
Museum situs Kotta Cinna mulai dibangun pada 2008 atas inisiatif sejarawan sekaligus dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari. Setahun kemudian, tepatnya pada 2009, museum ini diresmikan pemerintah dan difungsikan sebagai tempat penyimpanan serta pelestarian artefak hasil ekskavasi dari kawasan situs Kotta Cinna.
Pada masa lampau, situs Kotta Cinna dikenal sebagai pelabuhan strategis yang ramai disinggahi pedagang dari berbagai wilayah Asia.
Hasil penelitian arkeologi menunjukkan, kawasan ini aktif sebagai pusat perdagangan sejak abad ke-12 hingga abad ke-14 Masehi. Beragam peninggalan sejarah ditemukan di lokasi tersebut, mulai dari keramik, tembikar, arca, koin, hingga sisa perahu kuno yang mencerminkan kejayaan peradaban maritim pada masanya.
“Museum ini didirikan untuk menyelamatkan artefak sejarah yang ditemukan di kawasan situs Kotta Cinna serta menjadi bukti perubahan zaman dan aktivitas perdagangan yang pernah berlangsung di wilayah ini,” ujar sejarawan dan dosen sejarah Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari, Senin (2/2/2026).
Dia menambahkan, keberadaan museum ini memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kehidupan sosial, budaya, dan perdagangan yang pernah berkembang di Medan.
“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan juga ruang pembelajaran bagi masyarakat yang ingin memahami perjalanan peradaban di Medan. Meski akses menuju museum masih cukup sulit dan berada di tengah permukiman warga, museum ini tetap menjadi sumber pembelajaran sejarah yang bernilai,” katanya.
Museum situs Kotta Cinna dibuka setiap hari dari pagi hingga sore sehingga dapat dikunjungi masyarakat umum maupun wisatawan yang ingin melihat secara langsung peninggalan sejarah yang sarat akan nilai budaya.
Keberadaan museum situs Kotta Cinna, sekaligus menegaskan pentingnya memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda agar warisan budaya daerah tetap dikenal, dipahami, dan dihargai hingga masa mendatang, seperti dikutip dari detikSumut, Kamis (5/2/2026) malam.
(KTS/rel)
Sumber: detikSumut












