STRATEGINEWS.id, Larantuka – Asmara berujung kasus yang melibatkan pejabat dilingkup Pemerintahan daerah (Pemda) Flotim semakin menarik untuk di ulas.
Pasalnya lemahnya respon Lembaga DPRD Flotim, Partai politik terus menjadi diskusi menarik belakangan ini sejak kasus asmara ini viral dalam publikasi media berdasarkan fakta kejadian di rumah RRK dalam keterangan NMS.
Kabar lemahnya respon partai PDI Perjuangan tersiar ke publik lantaran tidak adanya respon resmi pihak partai PDI Perjuangan atas laporan resmi yang dibuat NMS baik ke DPC, DPD I dan DPP PDI Perjuangan.
Kritikan terhadap partai sebesar PDI Perjuangan terus memanas ke publik sejalan dengan upaya dugaan perlindungan terhadap pelaku dengan mengabaikan aspirasi warga Adonara yang mengajukan laporan ke DPC PDI Perjuangan Flotim terkait viralnya kasus yang melibatkan RRK sebagai pengurus partai dan kedudukannya sebagai Wakil ketua DPRD Flotim dalam jabatan publik.
Anton Bulet Rebon kepada media ini ( Kamis, 6/11/2025 ) menyampaikan penyesalan atas sikap partai sebesar PDI Perjuangan untuk menyampaikan secara resmi ke publik Flotim.
“Semoga tidak ada upaya parpol sebesar PDI Perjuangan dalam melindungi kadernya dari kasus amoral ini” tegas Anton Bulet.
Putera Adonara, mantan anggota DPRD Flotim ini menyesalkan sikap pembiaran partai PDI Perjuangan dengan tidak merespon laporan resmi NMS dan laporan warga Adonara yang datang ke DPC PDI Perjuangan.
” Yang perlu di pertanyakan itu akuntabilitas publik yang diperankan Partai PDI Perjuangan dalam pertanggung jawaban kepada konstituen dengan menyikapi viralnya kasus amoral yang melibatkan kadernya yang nota bene mewakili parpolnya sebagai wakil ketua DPRD Flotim” ucap Anton Bulet.
Semestinya, kata Anton Bulet, kejadian di tanggal 24/10/2025 dalam pemberitaan media dan viralnya kasus ini di media sosial sudah harus direspon pihak parpol karena ini bentuk kepekaan moral.
Membiarkan dengan sengaja merupakan tindakan tidak terpuji dan dapat merusak marwah partai, apalagi parpol seukuran PDI Perjuangan yang sangat menghormati dan mengedepankan etika moral.
Tindakan tegas partai kepada RRK dalam kasus amoral ini kata Anton Bulet, tentu akan mengembalikan semua presepsi buruk publik terhadap kinerja partai yg di nilai melindungi kadernya yang terlibat kasus amoral, tutup Anton Bulet Rebon.
Terpisah tokoh muda Ileboleng, Raimond Kopong mengkritik ketidak tegasan partai PDI Perjuangan dalam menyikapi viralnya kasus ini.
” ini sudah jelas – jelas ada kejadian di rumah RRK dengan fakta pemberitaan dan viralnya kasus ini di medsos , seharusnya sudah menjadi dasar pengambilan keputusan oleh partai” ucap Raimond.
Segala upaya damai antara RRK dan NMS kata Raimond, tidak menghilangkan tindakan amoral RRK sebagai pejabat publik dan kader partai yang di percayakan untuk menduduki posisi penting di DPRD Flotim karena melindungi dengan berbagai upaya damai yang coba di perankan parpol ini dalam kasus amoral ini mengisyaratkan buruknya peran pembinaan parpol dalam tindakan tegasnya untuk kebaikan pelayanan masyarakat Flotim, ungkap Raimond Kopong
Pantauan media, NMS dalam kasus ini sebagai korban telah mengajukan laporan resmi ke pihak DPP PDI Perjuangan dengan tembusan ke DPD I PDI Perjuangan NTT serta DPC PDI Perjuangan Flotim.
Ketua DPC, Anton G Hadjon belum mau menjawab konfirmasi media.
Begitu juga terbesit kabar ada sejumlah warga Adonara yang mendatangi DPC PDI Perjuangan Flotim untuk mengajukan laporan amoral yang dilakukan RRK, namun hingga berita ini diturunkan belum ada satupun respon yang diberikan pihak PDI Perjuangan. (MDB/D)








