Catatan Harian Dr. Suriyanto Pd, SH,MH,M.Kn
Seruan Presiden terpilih Jenderal Prabowo Subianto tentang pendirian 300 fakultas kedokteran dan kuliah gratis pada semua perguruan tinggi di Indonesia, yang disampaikan lewat pidatonya beberapa waktu lalu mendapat respon baik dari para praktisi pendidik dan masyarakat.
Ini menjadi angin segar, Jenderal Prabowo Subianto, bertekad bulat menyiapkan sumber daya manusia [SDM] unggul melalui pendidikan. Program strategis yang digagas Ketua Umum Partai Gerindra ini, menjawab kegelisahan masyarakat, tentang dunia pendidikan saat ini, yang belum sesuai harapan.
Hal tersebut menjadi program yang sangat baik untuk cita-cita Indonesia Emas di 2045 mendatang karena jika pendidikan Bangsa Indonesia yang terus menurun seperti saat ini, rasanya berat Bangsa kita untuk maju.
Terkait polemik dunia pendidikan yang belakangan mengemuka, yakni soal uang kuliah tunggal (UKT) yang naik di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di tanah air, Prabowo juga angkat bicara.
Ia menyebut akan bertekad untuk meringankan UKT PTN. Pada kepemimpinannya yang akan datang, Prabowo mengatakan akan bekerja keras mewujudkan hal ini.
Prabowo menyampaikan UKT PTN kalau bisa sangat minim atau gratis.
Menurut Prabowo, sistem pendidikan di Indonesia berubah drastis pasca orde baru. Dia menilai dunia pendidikan menjadi industri yang menganut nilai kapitalisme.
Sebagai akademisi, saya sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo. Pendidikan tidak boleh menjadi industri yang menganut nilai kapitalisme.
Dunia pendikan harus dikembalikan lagi pada tujuan semula. Pendidikan sejatinya adalah sesuatu yang memiliki peran sebagai pondasi dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan harus dilakukan dengan sebaik mungkin dan berorientasi kepada masa depan. Pendidikan sendiri memiliki tujuan utama untuk menjadi media dalam melakukan pengembangan potensi dan mencerdaskan manusia agar siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.
Pendidikan dalam sebuah negara dapat dikatakan sebagai salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan ditingkatkan. Alasanya adalah peningkatan sistem pendidikan yang berjalan dengan baik, secara langsung merupakan keberhasilan dari sebuah negara dalam melakukan pembangunan sumber daya manusia yang kelak akan memegang tanggung jawab suatu negara.
Tak kalah pentingnya Presiden terpilih nantinya harus menempatkan seorang menteri pendidikan yang memiliki pengalaman akademisi tidak seperti sekarang departemen pendidikan di Jabar oleh orang yang bukan akademisi yang membuat tingkat pendidikan terus merosot.
Mari kita dukung terus program-program Presiden terpilih di bidang pendidikan untuk kemajuan Bangsa Indonesia menghadapi Indonesia Emas 2045.
*) Akademisi, Praktisi Hukum












