STRATEGINEWS.id, KOTA BOGOR — Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kota Bogor bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional atau Bapanas menggelar monitoring evaluasi atau monev, dengan tujuan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan beras di tingkat konsumen melalui distributor
Hal tersebut berlangsung di gelar di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Senin (6/11/2023) siang
“Di katakan nya ini bukan sidak beras SPHP melainkan monev, “ujar Syarifah Sofiah
“Memang beras bulog ini kan tujuannya untuk menekan inflasi, tapi di beberapa tempat telah di temukan ada pedagang yang tidak jujur dengan mencampurkan beras SPHP atau di oplos nya dengan beras lain, kemudian di jual nya dengan harga lebih mahal, “ucap Syarifah Sofiah, Sekretaris Daerah Kota Bogor.
Syarifah juga menambahkan bahwa, tim yang turun pada sidak ke Pasar Bogor dan Pasar Anyar itu adalah dari Bulog, Bapanas, DKPP Provinsi, Kemendag dan TPID Kota Bogor. Tak hanya itu tim juga mengecek ketersediaan beras SPHP tersebut, cukup atau tidak untuk masyarakat.
“Sekaligus menginventalisir juga mengecek kondisi dan kualitas beras SPHP tersebut, jangan sampai di oplos dan apakah harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau HET, “sebut dia
“Maka untuk itu Bulog dan Bapanas juga berkewajiban untuk melakukan sidak, “jelas dia
Semoga di harapkan pada hasil sidak di kota bogor ini tidak ada pedagang nakal. “Maka jika nanti ada temuan baru kita akan berkoordinasi dengan Alat Penegak Hukum atau APH, untuk sekarang kami baru pemantau saja, “pungkas nya
Sementara Atep Budiman Kepala Dinkukm Dagin Kota Bogor, di lokasi dirinya mengatakan kepada wartawan bahwa. “Berdasarkan informasi terakhir dropping beras SPHP untuk agen sempat di kurangi, hal ini di sebabkan harga nya tinggi, sehingga bulog kini membuat kebijakan sendiri dengan cara langsung mendistribusikan ke pengecer di pasar, “kata dia
“Selanjutnya kini informasi terbaru sudah mulai di buka lagi untuk agen. Maka hari ini kita mengecek lagi ke lapangan mengenai distribusi beras SPHP itu, apakah masih cukup atau tidak, dan sudah sesuai kah menjual beras SPHP nya baik dari segi kualitas juga dari HET nya dengan harga sebesar Rp. 54.500,‐ untuk ukuran 5 kg “ungkap nya
[wm]












