Sosialasi SIBI Di Kupang, Anita Gah Perjuangkan Buku Bermutu Dan Membangun Karakter

STRATEGINEWS.Id, Kupang – Anggota DPR RI komisi x Anita Jaçoba Gah,S,E usai kegiatan sosialisa Sistem informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) di Aula Hotel Harper selasa 19/9/2023 mengatakan, sosialisasi kegitan di indonesia ini betul – betul dapat menciptakan Ekosistem perbukuan yang betul – betul bagus sesuai amanat undang – undang sistem perbukuan yang di sahkan di DPR RI tahun 2017.

Menurut Srikandi Demokrat ini, yang harus di angkat adalah bagaimana buku yang di hadirkan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini harus betul – betul buku yang berkualitas atau yang bermutu serta buku yang bisa membangun karakter:

“Nah tadi sudah di jelaskan ternyata sekarang sudah berbasis Web Sitem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan WEB yang di berikan agar anak bisa belajar melalui laman WEB tadi”.ungkapnya.

Anita menejankan bahwa sesuai Amanat Undang- Undang sistem perbukuan adalah
Satu siswa harus memegang satu buku teks, dan itu harus di utamakan sesuai bunyi undang undang

Sedangkan Dananya di ambil dari dana Bos. Dari dana bos itu kepala sekolah harus membeli buku teks pegangan untuk satu siswa. dalam setiap mata pelajaran karena amanat undang undang.

“Sudah saya tekankan tadi bahwa penggunaan dana bos juga memperhatikan ini buku teks, yanga mana buku teks ini harus di berikanh kepada siswa dan menjadi miliknya”.harap Anita Gah.

Di tanya apakah NTT keseluruhanya sudah ada sosialisasi SIBI ini, Anita Gah mengatakan informasi ini dan sosialisasi SIBI ini katanya sudah ada tapi tidak banyak dan tidak berjalan. Buktinya tidak jalan makanya saya ambil terobosan dan saya hadirkan mereka semua para kepala sekolah dan para guru guru yang ada di kota kupang dan kabupaten kupang.

” Buktinya tadi antusias dari para kepala sekolah dan guru guru mereka senang sekali karena mereka baru tau. Jadi mereka bisa buka kan dan bisa belajar”. kata Anita

Lebih jauh dirinya meminta pada pihak kementrian dalam hal ini kepala pusat perbukuan agar bisa sosialisasi ke daerah -daerah lain di NTT. Apalagi pada daerah daerah yang masih sulit untuk mengakses internetnya kan, mereka musti ada internet dulu baru bisa buka WEB disitu. ( MT/-NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *