Salurkan Kreatifitas Anak Muda Melalui Budidaya Karamba

Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf saat menebar bibit komoditi ikan kakap putih di karamba di Kabonga Besar, Banawa, Donggala.

STRATEGINEWS.Id, Donggala – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala mengembangkan budidaya ikan laut jenis kakap putih. Sebanyak 3000 bibit benih di tebar di perairan Kawasan wisata mangrove itu ke dalam keramba jaring apung milik 2 kelompok kreatif pembudidaya.

Penebaran benih ikan kakap putih dilakukan Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf dan bebrapa pegawai Dinas Perikanan. Menurutnya, budidaya ikan laut ini bekerja sama dengan masyarakat Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah dengan memanfaatkan keramba apung milik kelompok nelayan setempat.

“Upaya kita mencoba budi daya ikan menggunakan keramba jaring apung ini kerjasama dengan kelompok nelayan budidaya karamba apung. Sedangkan keramba jaring apungnya juga sudah kami bantu lalu melalui Kementerian Kelautan Perikanan RI,” kata Ali.

Ilyas, Ketua kelompok Timbao 2 Budidaya Karamba Jaring Apung , Kel. Kabonga Besar, Banawa, Donggala.

Ali Assagaf mengatakan, benih ikan kakap putih sebanyak 3000 ekor yang di tebar ke karamba jaring apung akan terus di pantau perkembangannya. Dan selain pengembangan komoditi ikan kakap putih, rencana juga akan di kembangkan jenis komoditi korupu cantrang asal Bali.

“Kenapa kami pilih perairan di sini sebagai pengembangan budidaya keramba apung, karena diketahui Kawasan ini merupakan distinasi wisata mangrove. Jadi nanti para pengunjung wisata mangrove bisa juga melihat wisata Bahari yaitu budidya ikan laut di karamba jaring apung milik nelayan,” Terang Ali.

Selain itu paparnya, atas kreatifitas dan semangat kerja kalangan generasi milenial di Kelurahan Kabonga Besar yang begitu sangat antusias membuka usaha budidaya karamba jaring apung, patut diberikan dukungan melalui bantuan bibit ikan dan berbagai fasilitas penunjang budidaya laut lainnya.

“Jadi tujuan utama pemberian bantuan karamba jaring apung dan bibit komoditi ikan kakap putih ini kepada 2 kelompok budidaya ikan laut, untuk membangun dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Donggala. Karena ada dua keuntungan yang bisa raup di sektor budidaya ini, pertama jadi destinasi wisata Bahari dan kedua ada nilai ekonomi startegis yang akan di hasilkan ketika panen nanti,” Terang Ali.

Karena menurutnya, komoditi ikan kakap putih merupakan makanan laut yang berkelas tinggi, memiliki harga yang menggiurkan di pasaran terutama pesanan dari restoran di kota besar dalam negeri dan juga bisa ekspor ke luar negeri.

Selain bantuan bibit ikan dan karamba jaring apung, kata Ali, Dinas Perikanan Donggala juga akan berikan bantuan berupa pakan kepada 2 kelompok pembudidaya dan untuk lebih maksimal lagi para nelayan juga di berikan pelatihan khusus cara membuat pakan alami ikan laut dari bahan-bahan alami di sekitar karamba.

“Para nelayan budidaya karamba jaring apung ini adalah kelompok anak-anak muda yang kreatif, sehingga harus di bina melalui peningkatan skil dalam membangun usaha agar mereka lebih terampil dan jadi wira usaha yang handaL serta membuka lapangan kerja baru,” Tegas Ali.

Dan di tambahkannya, budidaya ikan lauit ini hanya butuh waktu sekitar 3 bulan lamanya bisa di panen ikannya. Dan selain di Kawasan wisata mangrove Donggala, rencananya program ini akan di buat di seputaran Kawasan wisata Labuana di Sirenja dan Labean, jadi ketiga Kawasan ini dulu di prioritaskan sebagai tempat budidayanya.

Sementara, Ketua kelompok nelayan Timbao 2 yang hadir di penyerahan dan penebaran bibit komoditi ikan kakap putih dari Dinas Perikanan Donggala kepada 2 kelompok budidaya karamba jaring apung di Kelurahan kabonga Besar, sangat terbantu dan memberi apresisasi kepada Kepala Dinas Perikanan, Ali Assagaf.

“Kami sangat terbantu sekali, saya sebagai ketua kelompok Timbao 2 mewakili kawan-kawan dan kelompok Timbao 1 berterima kasih kepada pak Kadis yang sudah memberikan bantuan bibit ikan kakap putih ke kami,” Ujarnya dengan wajah sumringah.

Karena menurutnya, selama ini ketika mereka membangun karamba jaring apung sejak tahun 2017 silam, hanya memanfaatkan dan menangkap ikan-ikan liar yang ada di sekitar perairan itu untuk selanjutnya di masukkan dan di pelihara dalam karamba.

“Jadi bibit yang kami di pelihara dalam karamba itu, hanya berasal dari ikan-ikan di sini saja. Seperti ikan baronang, katamba, korapu dan bobara dan beberapa jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi lainnya. Selain ikan, kami juga memelihara lobster bambu dan ini sangat bagus potensinya, walaupun kami masih menggunakan metode tradisonal,” Terang Ilyas

Meskipun hanya dengan metode tradisonal, kawan-kawan terutama anak-anak muda yang beraktifitas sebagai nelayan saling bekerja sama menggeluti usaha karamba jaring apung ini dengan penuh kesabaran dan semangat bekerja agar usaha ini bisa menuai hasil.

“Ternyata berkat kerja keras kami semua, karamba ini sudah beberapa kali panen ikan dan lobster. Para pembeli juga datang sendiri naik ke karamba memilih ikan dan lobsternya sesuai keinginan masing-masing,” Ujar anak muda tersebut.

Ke depan terang Ilyas, dirinya memiliki cita-cita dan rencana untuk membangun rumah makan terapung di atas karamba. Karena Kawasan ini di ketahui sebagai lokasi kunjungan wisata mangrove, jadi sebagai penunjang perlu ada tempat wisata Bahari lain guna melengkapi kebutuhan para pengunjung di Kawasan tersebut.

DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *