STRATEGINEWS.id, BOGOR – Burhanudin (Sekda) Sekretaris Daerah kabupaten bogor, dalam rapatnya secara virtual menerima arahan dari tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Propinsi Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh sekretaris DP3AP2KB Propinsi Jabar Eva Fandora.
Tentunya ini dalam rangka melakukan penilaian terhadap pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stanting yang dilakukan oleh Pemkab Bogor selama tahun 2022 belakangan ini, meski kegiatan tersebut berlangsung digelar diruang rapat 1 Setda Cibinong, Kamis (6/7/2), pagi
Selain itu Sekda juga mengatakan, bahwa penanganan stunting kali ini adalah menuju Bogor Bebas Stunting (GOBES) di kabupaten bogor, tak hanya itu, ini juga dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh stakeholder lintas sektor termasuk Tim Penggerak PKK.
Begitu juga peran CSR/TJSL dari para pengusaha dan Bank Jabar Banten (BJB), melalui beberapa kegiatan pertama intervensi spesifik.
Seperti imunisasi, pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil. Lalu pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, dan pemantauan pertumbuhan balita.
Kedua melalui intervensi sensitif, seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.
“Meski ini telah kita lakukan secara sinergitas dan terintegrasi, akan tetapi Pemkab Bogor akan terus berkomitmen untuk melakukan intervensi stunting secara menyeluruh demi tercapainya Karsa Bogor Sehat dan terwujudnya kabupaten bogor bebas stunting, ”kata Sekda
Senada juga apa yang dikatakan Suryanto Putra, Kepala Bappedalitbang kabupaten bogor bahwa penanganan stunting terintegrasi dilakukan melalui delapan aksi konvergensi penurunan stunting dengan melibatkan sejumlah Perangkat Daerah (PD), Kecamatan, Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Bogor yang bertanggung jawab sesuai peran dan fungsinya masing-masing.
“Untuk itu semua melakukan aksinya dengan benar sesuai dengan perannya, bahkan tim penurunan stunting ini sudah tersebar di semua wilayah Kabupaten Bogor. Tidak hanya itu untuk anggaran pun kami senantiasa prioritaskan. Juga menggandeng dan melibatkan pentahelix baik pihak swasta, media massa, universitas, tokoh masyarakat, alim ulama dan seluruh masyarakat, ”jelas Suryanto.
Sementara disisi lain Mike Kaltarina, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga menyebutkan, bahwa penilaian yang dilakukan oleh TPPS Provinsi Jabar menjadi sarana untuk mengevaluasi upaya penurunan stunting yang telah dilakukan selama satu tahun oleh Pemkab Bogor.
“Agar kita bisa mengetahui apakah upaya penurunan dan penanganan stunting di Kabupaten Bogor ini sudah optimal apa belum. Sehingga bisa jadi bahan motivasi juga masukan bagi kami untuk terus mengoptimalkan upaya yang telah dilakukan. Sehingga yang sudah baik bisa jauh lebih baik lagi, ”pungkas Kadis Kesehatan Mike Kaltarina.
Pada agenda rapat tersebut, hadir pula yang
mendampingi Burhanudin Sekda Kabupaten Bogor diantaranya yakni, Perwakilan Kesra, Perwakilan Kemenag Kabupaten Bogor, kepala dan perwakilan Perangkat Daerah (PD) lingkup Kabupaten Bogor, dan perwakilan TP-PKK Kabupaten Bogor.
[wm]












