STRATEGINEWS.Id, Donggala – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah menyebutkan, di Kabupaten Donggala sekarang ini sudah ada program Penanganan Penanggulangan Penurunan Angka Stunting.
“Jadi saya sudah bentuk pendamping keluarga di Kabupaten Donggala sebanyak 231 orang, pendamping keluarga ini tiap-tiap log stunting ini ada 3 orang. Bidang penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan kader-kader penggerak PKK serta kader yang dapat membantu memberikan pembinaan guna menciptakan ketahanan keluarga,” Papar Kepala Dinas P2KB, La Samudia Dalili.
Dalam hal tersebut kata La Samudia, mereka ini mendampingi keluarga yang pra nikah, yang paska persalinan dengan keluarga yang sementara hamil dan pra nikah. Untuk melihat sistem proses penanganan stunting ini beda dengan OPD lainnnya.
Kalau di DP2KB menangani keluarga yaitu orang tuanya bukan anaknya. La Samudia menjelaskan, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
“Stunting ini dikarenakan pola asuh yang salah dalam keluarga. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Biasanya stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun,” Terangnya.
Di jelaskan pula, ada namanya seribu hari pertama kehidupan, jadi seribu hari pertama kehidupan itu, sejak dia dikandung anak ini sampai umur 2 tahun dia harus diberikan asupan makanan bergizi yang bagus, diasuh dengan bagus, sehingga tumbuh kembang anak itu normal.
Adapun penangganan kesehatan ketika anak sudah alami stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana hanya mendampingi keluarganya. Membantu proses penyembuhan, berikan makanan bergizi, kemudian memberikan peralatan mainan edukatif untuk anak umur 0 sampai 2 tahun, berupa alat BKB (Bina Keluarga Balita),tujuannya untuk memberi rangsangan tumbuh kembang anak.
“Kami telah menggelar kegiatan fasilitasi dalam rangka pelaksanaan kependudukan bagi kader dan kelompok masyarakat binaan, menghadirkan narasumber dari Disdikbud Donggala, dan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa serta dihadiri para tokoh masyarakat Se-Kecamatan yang ada di Kabupaten Donggala,” Ujar La Samudia.
La Samudia mengatakan, tujuan kegiatan fasilitasi tersebut itu diselenggarakan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan tentang analisis kependudukan atau penyajian data demografi seperti kelahiran, kematian, migrasi dan juga dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kiteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama atau etnisitas tertentu.
DAD












