Jokowi Kembali Berikan Tugas Baru Kepada Luhut Pimpin Penanganan Polusi Udara DKI dan Sekitarnya

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan [foto istimewa]

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan tugas baru kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Kali ini, Jokowi menugaskan Luhut untuk memimpin penanganan polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Penugasan yang diberikan Kepala Negara kepada Luhut ini, diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya usai rapat terbatas dengan Jokowi yang membahas teknik modifikasi cuaca, dalam menghadapi ancaman polusi di Istana Negara, Selasa (28/8/2023).

“Tadi dibahas juga tentang teknik modifikasi cuaca, tetapi perlu dipahami bahwa teknik modifikasi cuaca membutuhkan awan. Ada syarat-syaratnya menurut ketentuan klimatologi. Ini perlu katakanlah, diperkuat dengan sesuai kondisi yang ada. Secara keseluruhan koordinasi operasional ini dipimpin Menko Marves (Luhut),” kata Siti melalui keterangan persnya, Selasa (29/8/2023).

Siti menambahkan, Presiden juga meminta supaya seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha melakukan penanaman pohon secara masif, demi mengurangi dampak polusi. Tak hanya itu, kata dia Jokowi turut  meminta supaya ada upaya penanganan polusi udara yang dilakukan melalui gedung-gedung tinggi, dengan memanfaatkan teknik modifikasi cuaca mikro.

Menteri LHK menuturkan, uap air nantinya bakal diembuskan dari gedung-gedung tinggi untuk menekan polusi udara. Siti menyebutkan, polusi udara umumnya berputar-putar di satu titik.

“Pekerjaannya oleh Pemda DKI, BRIN dan BMKG. KLHK juga mengikuti perkembangannya. Itu ada yang namanya teknik modifikasi cuaca mikro. Jadi dari gedung-gedung tinggi itu dihembuskan uap air. Sehingga dia juga akan mempengaruhi partikel itu,” terangnya.

Siti menyebutkan, cara ini sudah direalisasikan pada Gedung Pertamina, Kawasan Gelora Bung Karno, dan gedung-gedung pemerintahan lain. Menurutnya, teknik ini cukup efektif untuk menekan polusi udara Jakarta.

“Kemarin dilakukan uji coba pada 27 Agustus, yaitu di Gedung Pertamina jalan Merdeka Timur, yang dekat dengan Masjid Istiqlal. Kemudian uji coba di kawasan GBK. Dia ada alat mist generator, buatan BRIN. Butuh air 500 liter pakai pakai power 2.000 watt. Diuji dengan PM 2,5 memang turunnya signifikan. Dari angka 112 kira-kira itu turun menjadi angka 52 lah. Jadi turunnya banyak,” tuturnya.

Sebelumnya, Siti mengungkapkan sumber dominan polusi udara yang menyergap Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, penyumbang terbesar pencemaran udara adalah kendaraan bermotor, yakni sebesar 44 persen.

Selain itu, ia menyebutkan sumber polusi lainnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ditenagai batu bara, yakni sebanyak 34 persen dan terakhir polusi yang berasal dari rumah tangga.

[asumsi/red]

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *