BINTUNI, Papua Barat — Tanah Sisar Matiti bersiap menyambut gema pujian dari berbagai penjuru Papua Barat. Kabupaten Teluk Bintuni akan menjadi pusat perhatian umat Katolik dan masyarakat Papua Barat dalam pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau Pesparani IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026.
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., dijadwalkan membuka secara resmi pelaksanaan Pesparani IV Papua Barat. Pembukaan kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Kompleks Kehutanan Lama, Desa Bintuni Timur, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, yang diawali dengan ibadah pembukaan, Selasa 7 Juli 2026, pukul 14.00 WIT.
Kehadiran Gubernur Papua Barat akan didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah Provinsi Papua Barat, serta para tamu undangan dari unsur gereja, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan kontingen peserta dari berbagai kabupaten.
Ketua Umum Panitia Pesparani IV Papua Barat yang juga Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menyatakan bahwa panitia telah mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan, mulai dari lokasi acara, penerimaan kontingen, penginapan, keamanan, konsumsi, transportasi lokal, hingga teknis lomba.
“Panitia telah bekerja secara maksimal untuk menyambut seluruh kontingen yang akan tiba di Kabupaten Teluk Bintuni. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta, ofisial, dewan juri, dan tamu undangan merasa diterima dengan baik di Tanah Sisar Matiti. Pesparani IV bukan hanya kegiatan lomba, tetapi juga perjumpaan iman, budaya, dan persaudaraan,” ujar Joko Lingara.
Menurut panitia, kontingen yang dijadwalkan hadir berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Fakfak. Sementara Kabupaten Pegunungan Arfak belum mengikuti pelaksanaan Pesparani IV tingkat Provinsi Papua Barat tahun ini. Jumlah peserta dari masing-masing kontingen akan disesuaikan dengan hasil registrasi akhir panitia, termasuk peserta lomba, pelatih, pendamping, ofisial, dan unsur LP3KD kabupaten sekitar 828 orang.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan yang hadir di Kabupaten Teluk Bintuni. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Teluk Bintuni sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menunjukkan wajah Papua Barat yang damai, ramah, dan penuh persaudaraan.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, para kepala daerah, pimpinan kontingen, ofisial, peserta, dan seluruh umat yang hadir di Tanah Sisar Matiti. Kami merasa bangga dan bersukacita dapat menyambut Bapak, Ibu, serta seluruh peserta di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata Yohanis Manibuy.
Ia menegaskan, Pesparani bukan semata-mata ajang untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan iman, seni, dan budaya liturgi Gereja Katolik yang hidup di tengah masyarakat Papua Barat yang majemuk.
“Pesparani bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian. Dari Bintuni, kita ingin mengirim pesan bahwa Papua Barat adalah rumah bersama yang damai, toleran, dan penuh kasih,” ujarnya.
Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua Barat, Prof. Roberth K.R. Hammar, menyampaikan bahwa Pesparani IV memiliki makna strategis bagi pembinaan umat Katolik di Papua Barat. Selain menjadi ajang kompetisi seni paduan suara gerejani, Pesparani juga menjadi momentum untuk merawat persaudaraan lintas daerah dan memperkuat semangat kebhinekaan di Tanah Papua.
“Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni adalah panggung iman dan persaudaraan. Di atas panggung ini, umat tidak hanya bernyanyi untuk dinilai, tetapi bernyanyi untuk memuliakan Tuhan, menguatkan hati, dan menyatukan kasih di antara sesama anak negeri,” kata Prof. Hammar.
Prof. Hammar juga menyampaikan bahwa LP3KD Provinsi Papua Barat bersama Panitia Pesparani IV telah secara resmi mengundang Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., untuk hadir dan membuka pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran gubernur dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan seni budaya liturgi, penguatan kehidupan keagamaan, dan pembangunan harmoni sosial di Papua Barat.
“Kami menyampaikan undangan dan harapan besar agar Bapak Gubernur Papua Barat berkenan hadir secara langsung untuk membuka Pesparani IV. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap kehidupan iman, seni, budaya, dan persaudaraan masyarakat Papua Barat,” ujar Prof. Hammar.
Pelaksanaan Pesparani IV Papua Barat juga akan dihadiri Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LPKN) yang diwakili Ketua I LP3KN, Romo Yohanes Kurnianto Jeharut. Ia juga dikenal sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Selain itu, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dijadwalkan hadir bersama para rohaniwan, dewan juri, peserta, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan artis nasional Putri Pasanea, pelantun lagu “Kaka Enda”, Josh Flo Idol, serta UNCRI Artis.
Selain menjadi ajang pembinaan seni budaya liturgi Gereja Katolik, Pesparani IV Papua Barat diharapkan semakin memperkuat persaudaraan, toleransi, dan semangat kebersamaan antar daerah di Tanah Papua. Di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan wilayah, Pesparani menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan pesan damai: bahwa pujian kepada Tuhan dapat menyatukan hati, melampaui batas daerah, dan menumbuhkan kasih dalam kehidupan bersama.
Dari Teluk Bintuni, gema Pesparani IV Papua Barat diharapkan tidak hanya terdengar sebagai nyanyian di atas panggung, tetapi juga sebagai seruan persaudaraan dari Tanah Sisar Matiti untuk seluruh Papua Barat.
.[jo/rel]










