
STRATEGINEWS. Id. Bengkayang Kalbar- Acara ramah tamah pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Majelis Mangkok Merah Bersatu DPC MMBB dari Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Ketapang, pengurus media MMBB, serta pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang DPAC MMBB digelar di Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang, Rabu 17 Juni 2026 malam.
Hadir dalam ramah tamah tersebut Kapolres Bengkayang yang diwakili Kapolsek Kota Bengkayang, Ketua kepala Pengadilan Negeri Bengkayang, tokoh masyarakat Bengkayang Suryatman Gidot, Staf Ahli Bupati Bengkayang Dr. Yan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Bengkayang.
Turut hadir pula Wakil Presiden Majelis Adat Dayak Nusantara MADN sekaligus Dewan Penasehat Pembina Panglima Tertinggi MMBB Andersius Namsi, Panglima Tertinggi MMBB Marselinus Mian, Presiden MMBB Diseniman Sanggup. Dari perwakilan luar wilayah hadir pula Panglima Ringing Saring Kuching, Ketua DPD MMBB Kuching Apai Janang, serta jajaran DPP, DPD, DPC, dan DPAC MMBB yang dilantik.
Rangkaian acara diawali tarian penyambutan khas Dayak untuk menyambut para tamu. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Mangkok Merah, lagu wajib MMBB, dan pembacaan doa bersama.
Untuk memeriahkan acara, panitia juga menampilkan tarian tradisional dan atraksi silat sebagai simbol jati diri dan semangat juang masyarakat Dayak.
Dalam sambutannya, Panglima Tertinggi MMBB Marselinus Mian menekankan bahwa adat dan budaya bukan tontonan masa lalu atau barang antik yang hanya disimpan di museum.
“Budaya adalah jiwa, jati diri, dan kompas moral yang membentuk karakter kita sebagai bangsa yang beradab, ramah, dan berjiwa gotong royong. Tidak memeras, tidak melecehkan budaya di lingkungan masyarakat, sifat saling menghormati dan tidak mengintimidasi kelompok minoritas maupun sub suku lain yang ada di negara Indonesia ini,” tegasnya.
Ia juga menegaskan MMBB bukan simbol penampilan untuk gagah-gagahan, bukan sebagai tameng untuk memperoleh perlindungan ataupun keuntungan.
“MMBB menjaga marwah persatuan dan kesatuan dari sub suku ke suku bangsa Dayak yang tidak boleh melakukan intimidasi sesama pengurus, masyarakat, kelompok ormas lain, bahkan suku lain.
Pengurus ormas MMBB harus bersifat mengayomi kepada kelompok masyarakat, saling membantu jika ada bencana alam di setiap daerah,” ujarnya.
Marselinus Mian mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat DPP, DPD, DPC dan DPAC memegang pepatah “Pintar tidak menggurui, melangkah tidak mendahului, Tajam tidak melukai. Dimana setiap bumi dipijak, disitu pula langit kita junjung,”
“Selamat kepada ketua DPC dan pengurusnya, juga ketua DPAC dan pengurusnya atas pengukuhan dan pelantikan ini. Semoga tetap kokoh dan kuat menghadapi tantangan selama memegang tongkat estafet di pengurusan ormas MMBB.
Titipkan amanah dan marwah roh leluhur kita agar melestarikan adat dan budaya di setiap daerah sebagai barometer Dayak Bersatu, Cerdas, Maju, dan Bermartabat. Selamat berjuang,” tutupnya.
Kehadiran unsur Forkopimda dan tokoh adat seperti Andersius Namsi dari MADN menunjukkan dukungan kuat terhadap eksistensi MMBB sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjunjung nilai adat, budaya dan kebangsaan.
(Man)










