STRATEGINEWS.id, Medan — Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, menuai sorotan.
Pengamat sekaligus warga Dairi, Robinson Simbolon, menilai, proyek tersebut berpotensi sarat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta diprediksi gagal memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Robinso menyampaikan pengamatannya mengenai pembangunan gerai KDMP dan KKMP, kepada sejumlah media di Sidikalang, Sabtu (13/6/2026).
“Pengamatan saya terhadap pembangunan gerai KDMP ini, kuat dugaan sarat KKN. Administrasi pembangunannya tidak transparan, pagu papan proyek tidak ada sehingga pelaksanaan proyek terlihat suka-suka. Ini harus segera diaudit,” katanya.
Menurut Robinson, selain sarat KKN, ia juga menyampaikan pembangunan KDMP dia prediksi lebih besar kegagalannya dibanding manfaatnya. Alasannya, KDMP dominan dibangun bukan di lokasi strategis.
Anehnya, menurutnya, bangunan KDMP asal dibangun yang terkesan dipaksakan dan tanpa ada kajian serta analisa pemanfaatannya ke depan karena KDMP banyak dibangun jauh dari jangkauan penduduk, seperti di hutan, perladangan, dan lokasi sekolah.
“Prediksi saya, pembangunan KDMP ke depan berpotensi jadi proyek mangkrak,” kata Robinson.
Sebelumnya. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM pada Dinas Perindagkop Dairi, Ronal Sitopu, ketika dikonfirmasi pers via telepon menyatakan, total gerai KDMP dan KKMP yang sedang proses pembangunan, sesuai data yang diperolehnya dari Kodim 0206/Dairi, sekitar 129 proses dan pembangunan dari 146 usulan yang masuk.
Sementara KDMP yang sudah selesai dibangun yakni KDMP Sitinjo II, Lae Nuaha, Lau Mil, Siboras, dan KKMP Panji Dabutar.
Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0206/ Dairi, Letkol Czi Nanang Sujarwanto, ketika dikonfirmasi pers via WA tentang progress pembangunan KDMP dan KKMP di Dairi, Sabtu (13/6/2026), menyampaikan, target KDMP dan KKMP di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat, ada sebanyak 212 unit gerai dalam tahap pembangunan
“Yang sudah rampung 20 unit, sedang proses 170 unit atau sekitar 59,54 persen. Minggu depan mudah-mudahan sudah di atas 30 unit gerai telah selesai dibangun,” kata Nanang, seperti dikutip dari mistar.id, Minggu (14/6/2026) pagi.
(KTS/rel)












