Catatan Dr. Suriyanto, SH.,MH.,M.Kn
Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Namun pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika global yang juga dirasakan negara lain, bukan semata masalah internal.
Menurut pengamat ekonomi, penguatan dolar terjadi karena kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan bank sentral Amerika Serikat untuk menekan inflasi di negaranya. Kebijakan itu membuat aliran dana global lebih tertarik masuk ke AS, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat. Di sisi lain, Indonesia sendiri masih memiliki kebutuhan besar terhadap dolar untuk memenuhi impor energi, bahan baku industri, serta pembayaran utang luar negeri.
Di tengah situasi itu, pemerintah bersama Bank Indonesia memilih mengambil langkah cepat dan terukur. Intervensi di pasar valuta asing dilakukan agar pelemahan rupiah tidak berjalan berlebihan dan tidak memicu kenaikan harga barang impor yang bisa mengganggu daya beli masyarakat. Upaya menjaga inflasi tetap terkendali menjadi prioritas utama agar masyarakat bawah tidak terlalu merasakan dampaknya.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong program hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, bauksit, dan sawit. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sehingga penerimaan devisa bisa lebih besar. Dengan begitu, ketergantungan pada bahan mentah yang dijual murah perlahan bisa dikurangi.
Untuk menjaga kestabilan sosial, subsidi energi dan bantuan sosial tetap dipertahankan. Pemerintah ingin memastikan kenaikan harga global tidak langsung membebani kelompok masyarakat yang paling rentan. Di sisi lain, kemudahan investasi juga terus dibuka agar modal asing mau masuk dalam bentuk investasi langsung yang lebih stabil bagi perekonomian.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kepercayaan terhadap ekonomi nasional. Sikap tenang, bijak dalam menggunakan dolar, serta mendukung produk dalam negeri dinilai penting agar tekanan eksternal tidak semakin memperberat kondisi. Informasi yang beredar juga diharapkan bisa disaring dengan baik agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Penguatan dolar memang menjadi tantangan global saat ini. Namun dengan koordinasi kebijakan yang solid antara fiskal dan moneter, serta dukungan masyarakat, Indonesia diyakini mampu menjaga stabilitas ekonomi dan melanjutkan agenda pembangunan secara berkelanjutan. Masyarakat juga harus tenang tak perlu menyalah nyalahkan Pemerintah karena permasalah ini terkait global.
*) Akademisi, Praktisi Hukum












