Masyarakat Lumbulama Belum Rasakan Arti Kemerdekaan

Kepala Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan-Donggala, Beni.

Strateginews.Id, Donggala – Desa Lumbulama adalah salah satu desa terpencil di Kecamatan Banawa Selatan, Donggala provinsi Sulawesi Tengah. Berada di puncak pegunungan di kisaran 400 mdpl letak desa yang memiliki 6 dusun dengan luas wilayah 19,2 km persegi dan jumlah penduduk lebih 1000 jiwa.

Sebagai desa yang terletak di pegunungan, masyarakat yang bermukim di Desa Lembulama mayoritas sebagai petani tradisional. Kehidupan sehari-hari masyarakat di desa itu hanya mengandalkan tenaga dengan cara gotong-royong. Hal ini di ungkapkan Kepala Desa Lumbulama, Beni saat di temui di kantor desa di Dusun III.

Menurutnya, masyarakat Desa Lumbulama belum sepenuhnya merasakan arti kemerdekaan saat ini. Karena pola hidup masyarakat yang begitu sederhana tinggal di rumah-rumah panggung mungil dengan atap rumbia layaknya gubuk kebun. Akan tetapi, sebagai pemerintah di desa, tetap berupaya secara maksimal berikan pelayanan kepada warga, baik pelayanan kesehatan, pendidikan maupun kebutuhan lainnya.

Salah satu rumah warga di Dusun III Desa Lumbulama, Kec. Banawa Selatan-Donggala.

“Prioritas kami di sini adalah akses jalan, karena kondisi infrastruktur jalan yang lewati rusak berat. Saat musim hujan para pengendara harus lebih berhati-hati untuk menuju desa yang berjarak 8 km dari ibu kota kecamatan itu, karena jalan licin dan mendaki dengan tanjakan curam,” Kata Beni.

Selain kondisi jalan licin dan mendaki lanjut Kades, akses menuju dusun satu ke dusun lainnya berjauhan sehingga sulit di tempuh. Meskipun gunakan sepeda motor atau mobil tidak bisa di tempuh dalam waktu singkat. Karena bila hujan turun, apalagi ada kegiatan mendesak untuk bertatap muka dengan warga terpaksa harus berjalan kaki.

Kondisi jalan menuju Kantor Desa Lumbulama yang mendaki dan licin.

“Kalo mau ke Dusun I perlu waktu sekitar 2-3 jam dan harus menyeberang derasnya arus sungai di sana. Nah…kalau misalnya dalam perjalanan tiba-tiba banjir…ya…terpaksa menunggu sampai banjir surut baru bisa lanjutkan perjalanan ke sana,” terang Beni.

Jadi kami berharap tegas Beni, kiranya pemerintah bisa mencurahkan perhatian khususnya prioritas utama pembangunan di bidang infrastruktur jalan dan jembatan. Karena dengan kondisi jalan saat ini, masyarakat di Desa Lumbulama kesulitan mengangkut hasil pertaniannya.

DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *