STRATEGINEWS. Id. Landak Kalbar- Ikatan Wartawan Online Landak (IWO-L) bersama berbagai organisasi dan komunitas menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi di Air Terjun Riam Sentegung, Desa Munggu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak Kalimantan Barat, Sabtu (3/5/2026).
Aksi ini diikuti Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, dr. Pius Edwin, Dinas Lingkungan Hidup diwakili Gusti Sabran, Polres Landak diwakili Kasat Bimas AKP Zulianto bersama anggota Bimas Aipda Unggul, Plt Kepala KPH Landak Wawan Setiawan, Kepala Desa Munggu, anggota Pramuka, Bala Dayak Landak, Mahasiswa Universitas Terbuka Salut Landak, serta masyarakat setempat.
Dalam membuka acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, dr. Pius Edwin, menegaskan penanaman pohon tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga melindungi potensi sumber air di kawasan wisata tersebut.
Ia turut menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di lokasi wisata. Pengunjung diingatkan untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, terutama sampah plastik.
“Pengunjung seharusnya membawa pulang sampah atau membuangnya di tempat yang telah disediakan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pengelola atau pemerintah,” kata Pius.
Sementara Ketua IWO Landak, L. Sahat Tinambunan, mengapresiasi kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan ini. Aksi tersebut merupakan bagian dari program Jurnalis Peduli Alam yang dijalankan IWO-L.
“Kegiatan ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya dilakukan di Rombo Dait dan Sekolah Alam. Harapannya, ke depan semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya menjaga lingkungan,” ujar Sahat.
Menurutnya, gerakan tanam pohon menjadi langkah sederhana namun penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa hutan adalah sumber kehidupan.
Plt Kepala KPH Wilayah Landak, Wawan Setiawan, menyatakan pihaknya siap mendukung kegiatan serupa, termasuk penyediaan bibit pohon. Dalam aksi kali ini, KPH menyalurkan sekitar 70 bibit pohon terdiri dari jenis endemik seperti nyatoh serta tanaman buah alpukat, kelengkeng, dan matoa.
Ia juga mengajak para pengunjung untuk berpartisipasi dengan menanam satu pohon per orang Riam Air terjun Sentegung.
Sementara, Pengelola objek wisata Riam Air Terjun Sentegung, Marwan, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia berharap pemerintah dapat membantu peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju lokasi wisata.
Menurut Marwan, peminat kunjungan ke Riam Air Terjun Sentegung ini cukup tinggi. Wisatawan dari luar Kalimantan hingga Bali rutin datang setiap bulan.
“Harapannya ada dukungan dari pemerintah kabupaten maupun Provinsi untuk pengembangan fasilitas, sehingga potensi wisata ini bisa lebih maksimal,” ujar Marwan.
(Man)












