Tempuh Jalan Terjal Ali Assegaf Tembus Desa Lumbulama

Strateginews.id, Donggala – Demi suksesnya program tekan angka stunting dan bantu masyarakat yang tinggal di pegunungan terpencil, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala berikan paket bantuan berupa ikan segar dan paket olahan perikanan kepada warga Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan, Donggala, Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelayanan pemerintah Kabupaten Donggala ke masyarakat yang bermukim di pedalaman. Demikian di katakan Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf saat berada di Desa Lumbulama bersama masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan dan perintah langsung Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus memberikan pelayanan maksimal kepada keluarga rentan stunting dan masyarakat miskin ekstrem.

“Kegiatan ini di laksanakan sesuai arahan Ibu Bupati, beliau sampaikan ke seluruh pimpinan OPD agar segera memberikan pelayanan terutama kepada keluarga risiko stunting dan juga masyarakat yang masuk kelompok miskin ekstrem,” kata Ali Assegaf di hadapan warga, Selasa (28/04/2026).

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan serta Bappeda, Desa Lumbu Lama tercatat memiliki 195 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam kategori risiko stunting dan miskin ekstrem. Oleh karena itulah Desa Lumbulama ini dipilih sebagai salah satu titik penyaluran bantuan oleh Dinas Perikanan.

“Kebetulan Dinas Perikanan mengambil wilayah di Kecamatan Banawa Selatan, Desa Lumbu Lama dan Malino. Berdasarkan data, di Desa Lumbulama ada 195 KK berisiko stunting. Karenanya, kita coba salurkan bahan baku ikan segar dan paket olahan kepada masyarakat masing-masing 3 kg ikan segar dan 2 paket olahan berupa abon tuna dan steak ikan per-Kepala Keluarga,” jelasnya.

Tak mampu lanjutkan perjalanan Mobil Dinas DN 99 SE Mogok di tanjakan jalan menuju Dusun 4 Desa Lumbulama.

Ali menyebut, untuk menjangkau masuk ke Desa Lumbu Lama bukanlah hal mudah. Desa yang berada di pegunungan dengan ketinggian sekitar 400 MDPL ini memiliki tantangan geografis yang berat, setara dengan kondisi di Kecamatan Pinembani. Desa ini terletak di pegunungan dengan kondisi jalan tanjakan, licin, sempit dan terisolasi.

“Desa Lumbu Lama ini tantangannya luar biasa. Masyarakatnya berada di puncak pegunungan dengan kondisi jalan licin, tanjakan curam memacu adrenalin. Ini termasuk desa terpencil dan jarang disentuh program dari pemerintah, sehingga jarang ada pihak yang datang membawa bantuan,” ungkapnya.

Meskipun sempat alami kendala mobil dinas yang di tumpangi Ali Assegaf DN 99 SE  mogok di tengah jalan tanjakan, dirinya rela basah kuyup kehujanan di bonceng sepeda motor trail. Dan setelah menyusuri jalanan mendaki melewati hutan dan kebun cengkeh akhirnya, bersama tim Dinas Perikanan berhasil tembus ke dusun 4 tepatnya di kantor Desa Lumbulama yang berada di titik puncak gunung.

“Alhamdulillah kita sampai di titik nol tepatnya di kantor Desa Lumbulama. Dan kita bisa masuk ke-6 dusun, sentuh secara langsung hingga di malam hari meski di guyur hujan lebat kami bersama masyarakat disana bertemu dengan suasana kekeluargaan dan bermain beberapa game tebak-tebakan,” imbuhnya.

Walau di guyur hujan dan malam hari dengan penerangan listrik yang redup, warga Dusun 1 Lumbulama begitu antusias sambut kedatangan Diskan Donggala.

Diketahui, Desa Lumbu Lama terdiri dari 6 dusun yang letaknya saling berjauhan. Jarak antar dusun bisa mencapai hampir 8 kilometer dan melintasi medan jalanan licin di tepi kiri-kanan jurang.

Walaupun yang di lintasi jalan tanjakan, licin dan berbahaya, Ali menegaskan, sebagai tanggung jawab tugas dan komitmen pelayanan publik kami tembus. Keberhasilan menjangkau wilayah ini merupakan perwujudan dari keinginan kuat Bupati agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan.

Bila melihat demografi Desa Lumbulama lanjut Ali, jarak antar dusun berjauhan sekitar 5-8 km dan kondisi jalan yang di lewati mendaki dari satu dusun ke dusun yang lain juga harus mengitari dan melewati Desa tetangga. Seperti Desa Mbuvu, Salumpaku dan Salungkenu.

“Meski melelahkan dan menegangkan sebagai bagian pelayanan ke masyarakat, kami dengan penuh tekad dan semangat bisa sampai di titik distribusi yang di tuju, karena program ini merupakan arahan dari Ibu Bupati agar rakyatnya terbantu,” Pungkas Ali.

DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *