Daerah  

Ruas jalan Subulussalam- Runding rusak parah, pemerintah Aceh diminta bertindak cepat

STRATEGINEWS.id, Subulussalam, Aceh — Ruas Jalan Subulussalam–Runding yang berstatus sebagai jalan provinsi kembali menjadi sorotan publik. Kondisi jalan sepanjang kurang lebih 18 kilometer ini kini rusak berat di hampir seluruh bagiannya. Pantauan di lapangan menunjukkan aspal di sejumlah titik telah hilang total, menyisakan hamparan batu dasar (base) yang bergelombang dan berbahaya.

Jalan yang berada di bawah kewenangan Dinas PUPR Aceh melalui Bidang Bina Marga tersebut sejatinya menjadi urat nadi masyarakat. Setiap hari, ribuan warga menggantungkan mobilitas mereka pada jalur ini—mulai dari aktivitas bekerja, pendidikan, pasokan bahan pokok, hingga distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal. Namun, sejak dua tahun terakhir, tak terlihat adanya upaya perbaikan ataupun pemeliharaan signifikan dari pihak terkait.

Akibat kerusakan yang semakin parah, keluhan warga pun kian mengalir. Selain menimbulkan ketidaknyamanan dan memperlambat perjalanan, kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika pencahayaan minim. Banyak pengendara terpaksa mengurangi kecepatan secara drastis karena permukaan jalan yang dipenuhi lubang dan batu tajam.

“Ini jalan utama kami. Kalau tidak segera diperbaiki, keselamatan pengendara benar-benar terancam. Sudah banyak motor tergelincir karena batu-batu besar dan permukaan jalan yang tidak rata,” tutur salah seorang warga Runding yang mengaku hampir mengalami kecelakaan.

Warga berharap Pemerintah Aceh tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Mereka meminta perhatian serius dan langkah cepat dari PUPR Aceh untuk melakukan penanganan darurat maupun perbaikan menyeluruh. Menurut masyarakat, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di kota besar, sementara jalan-jalan strategis di wilayah lain justru dibiarkan rusak tanpa kepastian penanganan.

“Runding dan Subulussalam bukan wilayah pinggiran. Ini jalur penting untuk ekonomi masyarakat. Jangan sampai kerusakan ini dibiarkan hingga menimbulkan korban,” ujar warga lainnya.

Dengan kondisi yang telah masuk kategori darurat, masyarakat mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin memburuk dan menghambat pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. Warga berharap perbaikan ruas Jalan Subulussalam–Runding dapat dimasukkan sebagai prioritas utama dalam anggaran pembangunan Provinsi Aceh tahun mendatang.

[dedi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *