STRATEGINEWS.id, Medan — Provinsi Sumatra Utara (Sumut) kini memiliki infrastruktur baru yang siap menunjang mobilitas warganya. Sebuah underpass sepanjang 750 meter, yang diberi nama Underpass Gatot Subroto (Gatsu), resmi beroperasi di Kota Medan sejak 6 Februari 2025. Kehadiran underpass ini menjadikannya sebagai yang terpanjang di provinsi tersebut.
Pembangunan Underpass Gatsu bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga solusi nyata atas persoalan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Underpass ini menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai, dua wilayah dengan arus kendaraan yang sangat tinggi. Lalu lintas dari arah Binjai menuju Medan dan sebaliknya sering menimbulkan kemacetan parah. Underpass ini hadir untuk mengatasi masalah itu dengan mengurai pertemuan arus kendaraan dari empat arah berbeda.
Pengerjaan underpass ini dimulai sejak 31 Oktober 2023. Proyek tersebut digarap PT Wijaya Karya (WIKA) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 217,84 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan sistem multiyears hingga 2024.
Dengan nilai sebesar itu, pembangunan tidak hanya fokus pada fungsi, tetapi juga pada aspek keindahan dan teknologi. Karena berada di gerbang masuk Kota Medan, desain underpass dibuat lebih estetis agar memberikan kesan modern bagi pengendara yang melintas.
Salah satu keunggulan dari Underpass Gatsu adalah penggunaan teknologi D-Wall dalam konstruksinya. Dinding diafragma underpass dibangun dengan kedalaman 30 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan mencapai 80 cm.
Teknologi ini memberikan kekuatan tambahan serta ketahanan struktur terhadap tekanan tanah dan air. Tak heran jika proyek ini mendapat banyak perhatian dan dukungan dari masyarakat.
Selain memperlancar arus kendaraan, underpass ini juga diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi daerah berkat konektivitas yang lebih efisien. Keberadaan infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan Sumut.
Akses yang semakin lancar antara kota-kota besar membuka lebih banyak peluang ekonomi, termasuk sektor logistik dan distribusi barang. Mobilitas yang cepat memperpendek waktu tempuh, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi masyarakat.
Dengan selesainya proyek ini, masyarakat kini menikmati manfaat besar dari investasi jangka panjang tersebut. Mobilitas lebih lancar, kemacetan berkurang, dan tampilan kota menjadi lebih modern, seperti dikutip dari beritanusa.com, Minggu (1/6/2025) malam.
(KTS/rel)












