STRATEGINEWS.id.Bireuen – Dayah Hidayatul Fata Al-Aziziyah Seuneubok Aceh, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Minggu tanggal 19 November 2023 memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan penceramah Abiya Muhammad Baidhawi Pimpinan Dayah Mafat Aceh,
Tgk Muhammad Rizal, S.Pd.I, MA, Pimpinan Dayah Hadayatul Fata Al- Aziziyah yang juga Dosen MKA Umuslim Bireuen mengatakan Tema memperingati Maulid ” Menyongsong Kebahagian Dunia dan Akhirat dalam bingkai Syafaat Rasulullah SAW “.
Kemudian berterimakasih kepada Wali Santri dan masyarakat telah membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan memperingati Maulid di Dayah Tahun 1445 H. Juga dalam laporannya mengatakan bahwa Santri dan santriwan merupakan sebagian kalangan mahasiswa Umuslim yang mondok dekat dengan Dayah Hidayatul Fata dan anak anak Gampong Seuneubok Aceh, Paya Cut, Panton Geulima, Neuheun dan Matangglumpangdua.
Mengawali membangun Dayah tahun 2017 memang sangat berat terkait lokasi pembebasan tanah, pembangunan ruang belajar, kebutuhan berbagai fasilitas Dayah. Untuk itu besar harapannya kepada Pemda Provinsi Aceh dan Pemda Bireuen melalui Badan Dayah dapat membantu ruang belajar, sarana dan prasarana termasuk fasilitas mobiler.
Sementara Abiya Muhammad Bahdawi dalam ceramah menguraikan bahwa Muhammad Rasulullah SAW sejak dalam kandungan ibunya Siti Aminah telah meninggal ayahnya Abdullah, kemudiann umur 6 tahun meninggal ibunya Siti Aminah.
Dengan berbagai pengorbanan dan perjuangan cobaan hidup yang dialami tetap tegar dan teguh pendirian sebagai Muhammad yang memiliki sifat akhlak mulia dan selalu patuh pada yang mengasuhnya Kakeknya Abuthaleb dan pamannya Abdulmuthaleb.
Maka kepada santri dan santriwan besar harapan Abiya agar selalu patuh dan bersikab baik pada orang tua, ustaz dan ustazah di Dayah, Guru dan Dosen dan masyarakat.
Jangan terpengaruh dengan aplikasi game tertentu di internet yang merusak akidah dan iman. Tapi belajarlah agama, ikutilah tausiah, pendidikan dan pengetahuan melalui internet.
Di dayah terus belajar Kitab Kuning, Tafsir, Fikih dan lain sebagainya, sehingga akan datang santri dan santriwan menjadi pemimpin penerus agama, bangsa dan negara.( STR – 195 )












