Visi Misi Ganjar-Mahfud Menuju Indonesia Unggul

Calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil wakil presiden Mahfud MD

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Visi Misi Ganjar Mahfud untuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024-2029 adalah mencapai “Menuju Indonesia Unggul” dengan fokus utama pada pembangunan negara maritim yang adil dan lestari.

Visi Misi Ganjar Mahfud berkomitmen untuk mempercepat pembangunan manusia unggul, penguasaan sains dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, dan sistem digital nasional.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi, ketersediaan anggaran, pemberantasan korupsi, dan lingkungan hidup berkelanjutan.

Dalam strategi pembangunan nasional, Visi Misi Ganjar Mahfud menekankan gerakan cepat dalam menjalankan pemerintahan yang demokratis dan bertekad untuk memajukan hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya rakyat.

Mereka juga berfokus pada pembangunan ekonomi yang adil dan merata, dengan peningkatan nilai tambah melalui pembangunan SDM yang unggul. Selain itu, mereka berkomitmen memajukan kebudayaan Indonesia berdasarkan jati diri bangsa.

Adapun persoalan pokok dan tantangan ke depan yang dihadapi Indonesia mencakup kualitas sumber daya manusia, penurunan kohesivitas sosial, struktur perekonomian, sistem politik, dan ketidakadilan hukum.

Para calon presiden dan wakil presiden ini mengakui pentingnya menanggapi perubahan global dan menciptakan solusi untuk tantangan internal seperti distribusi sumber daya alam, perkembangan digital, dan krisis iklim.

Dalam menghadapi tantangan ke depan, Ganjar Pranowo & Mahfud MD menyoroti pentingnya peningkatan kualitas manusia, optimalisasi sumber daya alam, pemanfaatan potensi digital, dan perubahan paradigma dalam pembangunan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan perlindungan lingkungan.

Visi Misi Ganjar Mahfud juga menekankan pentingnya demokrasi yang dijaga, hak asasi, keadilan hukum, dan peran Indonesia dalam tatanan dunia multipolar.

Visi “Menuju Indonesia Unggul” yang diusung mencakup elemen-elemen penting seperti gerak cepat, negara maritim, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

Ganjar Pranowo & Mahfud MD menyatakan tekad mereka untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya, dengan fokus pada percepatan pembangunan dan kemajuan yang melebihi pencapaian negara lain.

Visi Misi Ganjar Mahfud

  1. Mempercepat Pembangunan Manusia Indonesia Unggul Yang Berkualitas, Produktif, Dan Berkepribadian
  2. Pelayanan Kesehatan:
    – Membangun Puskesmas/Pustu dan menempatkan minimal 1 dokter/nakes setiap desa.
    – Layanan Konsul Keliling (KOLING) untuk pelayanan kesehatan berkeliling.
    – Program “Ibu Sehat, Anak Sehat” dengan fokus pada gizi dan akses layanan kesehatan.
    – Penguatan kesehatan mental dengan nomor darurat dan fasilitas layanan di berbagai tempat.
  3. Pendidikan Berkualitas:
    – Wajib belajar 12 tahun gratis dengan transformasi pendidikan, termasuk tele-education.
    – Memprioritaskan keluarga miskin untuk menyekolahkan minimal 1 anggota hingga sarjana.
    – Kesejahteraan guru dan dosen dengan peningkatan pendapatan dan sertifikasi yang lebih sederhana.
    – Integrasi pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha.
  4. Negara Hadir dan Perlindungan Sosial:
    – Target pengurangan kemiskinan hingga tingkat 2,5% dan kemiskinan ekstrem 0%.
    – Peningkatan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi 15 juta keluarga.
    – Penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal untuk layanan sosial.
    – Penguatan Sistem SATU DATA INDONESIA untuk manajemen data yang akurat.
  5. Budaya Maju dan Sportif:
    – Kebudayaan yang mengikis feodalisme dan menekankan persatuan nasional.
    – Mendukung seni budaya Indonesia agar mendunia dengan integrasi data dan pemasaran.
    – Perlindungan hak cipta, dukungan pembiayaan, dan apresiasi terhadap karya lokal tradisional.
    – Fokus pada kesejahteraan atlet dan revitalisasi infrastruktur olahraga.
  6. Perempuan Maju dan Anak Sejahtera:
    – Dukungan penuh terhadap perempuan di semua bidang, termasuk peningkatan cuti melahirkan.
    – Mendukung satgas anti kekerasan berbasis gender dan perundungan.
    – Memperbanyak tempat penitipan anak untuk orang tua yang bekerja.
    Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan Indonesia yang unggul melalui pembangunan manusia yang berkualitas, pelayanan sosial yang adaptif, dan peningkatan dalam bidang pendidikan, kesehatan, budaya, dan perlindungan sosial.
  7. Mempercepat Penguasaan Sains Dan Teknologi Melalui Percepatan Riset Dan Inovasi (R & I) Berdikari

Langkah-langkah untuk mempercepat penguasaan sains dan teknologi melalui percepatan riset dan inovasi (R & I) berdikari melibatkan:

  1. Investasi Riset dan Inovasi: Meningkatkan investasi R & I hingga 1% dari PDB pada 2029, dengan kolaborasi antara pemerintah dan swasta serta penyederhanaan regulasi pendanaan filantropi dan insentif pajak.
  2. Ekosistem Riset dan Inovasi: Optimalisasi hasil riset dan inovasi domestik untuk kebijakan dan industrialisasi.
  3. Lompatan Menjemput Kemajuan:
    – GP Project: Pengumpulan ilmuwan dan teknisi untuk mengembangkan teknologi yang bermanfaat, dari yang sederhana hingga tinggi.
    – Beasiswa Masif dan Terarah: Peningkatan dan perluasan beasiswa untuk mendukung generasi muda Indonesia menjawab tantangan masa depan sesuai dengan visi Pembangunan Indonesia Emas 2045.
  4. Mempercepat Penguasaan Sains Dan Teknologi Melalui Percepatan Riset Dan Inovasi (R & I) Berdikari

Langkah-langkah untuk mempercepat pembangunan ekonomi melibatkan sejumlah inisiatif:

  1. Cepat Kerja — 17 Juta Lapangan Kerja Baru:
    – Penyerapan angkatan kerja baru dan pengurangan pengangguran.
  2. Mudah Berusaha Berdikari:
    – Menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan usaha ultra mikro dan UMKM.
    – Alokasi kredit minimal 35% untuk koperasi, UMKM, dan perusahaan rintisan.
    – Stabilisasi harga pangan untuk memastikan kepastian hukum.
  3. Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata 7%:
    – Strategi inklusif keluar dari middle-income trap.
    – Peran koperasi dan UMKM ditingkatkan.
    – Pemanfaatan infrastruktur, ekonomi digital, dan pertumbuhan industri manufaktur.
    – Optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus.
  4. Percepatan Penyelesaian IKN:
    – Pembangunan Ibu Kota Nusantara hingga menjadi simbol Indonesia futuristik.
  5. Made in Indonesia:
    – Meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri untuk daya saing global.
  6. Industrialisasi 5.0:
    – Menggabungkan teknologi dalam pengembangan industri.
  7. Pangan Terjamin, Terjaga, Terjangkau, dan Terdiversifikasi:
    – Menjamin ketersediaan pangan dalam negeri, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi.
    – Dukungan alsintan modern, sarana prasarana, dan industri pangan berkelanjutan.
  8. Lahan Subur untuk Petani:
    – Mencegah alih guna lahan untuk memastikan petani kecil mendapatkan lahan subur.
  9. Indonesia Pusat Ekonomi Syariah dan Industri Halal:
    – Hilirisasi sumber daya alam dan pemanfaatan keunggulan komparatif.
    – Fokus pada ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.
  10. Fiskal Tangguh:
    – Anggaran negara yang transparan, efektif, dan efisien.
  11. Infrastruktur dan Simpul Konektivitas Indonesia:
    – Pemerataan dan peningkatan nilai tambah infrastruktur.
    – Logistik murah dan pengembangan BUMN unggul.
  12. Kedaulatan Pangan:
    – Optimalisasi pasar halal nasional dan literasi keuangan syariah.
  13. Mempercepat Pemerataan Pembangunan Ekonomi
  14. Koperasi (Kemitraan):
    – Sediakan 40% tempat usaha untuk usaha mikro dan kecil.
    – Alokasikan 50% anggaran belanja pemerintah untuk koperasi dan UMKM.
    – Tingkatkan kemitraan dengan usaha besar melalui digitalisasi.
  15. Pasar Bersih:
    – Perbanyak pasar baru dan revitalisasi pasar tradisional.
  16. 4T Terintegrasi:
    – Hubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan transportasi masif dan trotoar.
  17. Desa Naik Kelas:
    – Lipatgandakan dana desa untuk 50% desa menjadi mandiri.
    – Hubungkan desa dan kota dengan transportasi yang efisien.
  18. Desa – Kota Tumbuh Bersama:
    – Jadikan kota sentra pertumbuhan yang mendukung pertumbuhan desa.
  19. Reforma Agraria Tuntas:
    – Alokasi lahan efisien dan redistribusi tanah.
  20. Kebijakan Fiskal Asimetris untuk Papua:
    – Reduksi kesenjangan ekonomi-sosial di Papua.
  21. Masyarakat Hukum Adat Sejahtera:
    – Pengakuan hak ulayat masyarakat adat.
  22. Perbatasan dan 3T Sebagai Koridor Strategis:
    – Kuatkan SDM dan infrastruktur di wilayah perbatasan dan 3T.
  23. Anak Muda Berusaha:
    – Berikan kebijakan afirmasi untuk memulai usaha.
  24. Rumah Kita — 10 Juta Hunian:
    – Bangun hunian baru atau renovasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
  25. Buruh Sejahtera:
    – Tingkatkan kesejahteraan buruh melalui pekerjaan yang layak.
  26. Lansia Bahagia:
    – Program kerja ringan bagi lansia dan tunjangan kesejahteraan.
  27. Disabilitas Maju dan Produktif:
    – Kesetaraan akses dan upah bagi penyandang disabilitas.
  28. Kampung Sehat:
    – Perbaiki kampung kumuh dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.
  29. Mempercepat Pembangunan Sistem Digital Nasional
  30. Internet Kuat, Cepat, Murah:
    – Mendorong koneksi internet yang kuat, cepat, dan terjangkau.
  31. Program CERAH Digital:
    – Pendukung pendidikan dan beasiswa untuk peningkatan SDM digital.
  32. Data Aman:
    – Terapkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan lembaga pengawasan independen.
  33. Dukung Rintisan Usaha Digital:
    – Mendukung rintisan usaha digital melalui kemudahan pembiayaan, insentif pajak, dan inkubasi bisnis.
  34. Regulasi Platform Digital yang Berkeadilan:
    – Mengatur platform digital untuk kepentingan nasional.
  35. Kemandirian Industri Digital:
    – Tingkatkan peran industri digital domestik, termasuk e-commerce untuk UMKM.
  36. Digital Berdaulat:
    – Memastikan kedaulatan digital melalui perlindungan hak digital dan pencegahan ancaman seperti judi online dan misinformasi.
  37. Zero Blank Spot:
    – Pastikan semua memiliki akses internet di setiap wilayah.
    Ini adalah upaya menuju infrastruktur digital yang hebat dan SDM digital yang handal untuk meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat internasional.
  38. Mempercepat Perwujudan Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan Melalui Ekonomi Hijau Dan Biru
  39. Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca:
    – Pemeliharaan hutan, pengendalian polusi, pembatasan plastik, dan transisi energi ke net zero emission.
  40. Harmoni Hutan untuk Keseimbangan:
    – Moratorium deforestasi, reforestasi, dan konservasi hutan untuk manfaat lokal dan ekologi.
  41. Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan:
    – Revitalisasi DAS, pengembangan kota hijau, industri hijau, dan sadar akan gaya hidup bebas sampah.
  42. Adaptasi dan Mitigasi Krisis Iklim:
    – Penghijauan wilayah pesisir, mitigasi bencana, dan transportasi ramah lingkungan.
  43. Penerapan ESG:
    – Integrasi penilaian risiko ESG dalam sistem ekonomi dan keuangan.
  44. KadarKlim – Kampung Sadar Iklim:
    – Program kampung untuk menahan perubahan iklim dengan fasilitas sanitasi, ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah.
  45. Transisi Energi:
    – Memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 30% dari bauran energi pada 2029.
  46. Desa Mandiri Energi:
    – Desa menggunakan sumber energi lokal berbasis EBT.
  47. Limbah jadi Berkah:
    – Pengelolaan limbah terintegrasi untuk ekologi dan tambahan penghasilan.
  48. Ekonomi Sirkuler:
    – Pendekatan reduce, reuse, recycle, repair, and refabricate (5Rs) untuk mengurangi kerusakan sosial dan lingkungan.
  49. Perikanan Budidaya Berkelanjutan:
    – Peningkatan produktivitas dengan penetapan kawasan budidaya dan peningkatan nilai tambah produk.
  50. Maritim Unggul (MU):
    – Penguatan kapasitas konektivitas maritim dan industri galangan.
  51. Industri Maritim Jaya:
    – Penguatan industri kelautan untuk kesejahteraan nelayan dan kontribusi ekonomi.
  52. Wisata Maritim Mendunia:
    – Pengembangan kawasan wisata bahari dan daya tarik investasi wisata maritim.
  53. Mengatasi Pencemaran Laut:
    – Regulasi ketat untuk mengatasi pencemaran laut lintas batas negara.
  54. Tata Kelola Laut yang Inklusif dan Berkelanjutan:
    – Optimalisasi sektor kelautan dengan keberlanjutan dan inklusivitas.
  55. Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota dan Zonasi:
    – Pengaturan penangkapan ikan untuk kelestarian sumber daya laut dan distribusi pertumbuhan ekonomi nasional.
  56. Mempercepat Pelaksanaan Demokrasi Substantif, Penghormatan Ham, Supremasi Hukum Yang Berkeadilan, Dan Keamanan Yang Profesional
  57. Jaminan Kebebasan Sipil, termasuk berpendapat, berekspresi, berserikat, dan menyebarkan informasi.
  58. Galang Supremasi Sipil dengan memperkuat hak-hak politik rakyat dan kaum minoritas.
  59. Gerak Pemantapan Lembaga Politik, konsultasi-dialog antara pemerintah dan masyarakat sipil.
  60. Kemerdekaan Pers dan Media yang BERGEMA.
  61. Pemerintahan Bersih dan Pelayanan Tulus kepada Rakyat.
    – Lapor Presiden untuk akses informasi dan keluhan bebas biaya.
    – Mal Pelayanan Publik fisik dan digital.
    – Nomor Darurat Nasional terintegrasi.
    – Digitalisasi Pemerintahan untuk pelayanan efisien.
  62. Pemberantasan Korupsi dengan dukungan teknologi informasi dan sinergi lembaga penegak hukum.
  63. Keadilan Restoratif dengan alternatif pemidanaan seimbang antara korban dan pelaku.
  64. Supremasi Hukum Progresif dan Pemenuhan HAM.
  65. Penyelesaian Pelanggaran HAM dengan keadilan.
  66. Legislasi Partisipatif untuk melibatkan publik dalam penyusunan peraturan.
  67. Kesejahteraan dan Profesionalisme Aparat Penegak Hukum.
  68. Kesesuaian Tindakan Hukum POLRI berdasarkan aturan dan bersifat humanis.
  69. Tanggap Terhadap Kebutuhan Warga, tugas kamtibmas, dan penegakan hukum yang adil.
  70. Bhayangkara Sejahtera dengan peningkatan kesejahteraan.
  71. ASN Sejahtera dengan sistem kerja yang jelas dan pelayanan prima.
    Semua poin ini mencerminkan upaya menuju demokrasi yang substansial, supremasi hukum yang adil, dan keamanan yang profesional.
  72. Mempercepat Peningkatan Peran Indonesia Dalam Mewujudkan Tata Dunia Baru Yang Lebih Berkeadilan Melalui Politik Luar Negeri Bebas Aktif Dan Memperkuat Pertahanan Negara

Politik Luar Negeri:

  1. Kedutaan Besar Ujung Tombak Pelayanan WNI:
    – Mempertegas peran kedutaan besar sebagai ujung tombak untuk ekspor, perlindungan PMI, dan pelayanan WNI di luar negeri.
  2. Koeksistensi Geopolitik Progresif:
    – Melaksanakan politik bebas aktif dengan prinsip Dasasila Bandung untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
    – Memperkuat pelibatan global Indonesia yang otonom dalam forum bilateral dan multilateral untuk memperjuangkan perdamaian dunia.
    – Memperkuat komitmen untuk mendukung perjuangan pergerakan rakyat Palestina.
  3. Perjanjian Internasional 100% untuk Kepentingan Nasional:
    – Memastikan bahwa semua perjanjian mengutamakan produk dalam negeri, meningkatkan daya saing perekonomian nasional, dan memperhatikan isu-isu strategis serta kekinian.

Pertahanan:

  1. Sistem Pertahanan 5.0 dan Transformasi Pertahanan:
    – Menerapkan doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA) untuk membentuk Kekuatan Pertahanan Indonesia yang berdaya gentar dengan alutsista SAKTI (Perkasa dengan Keunggulan Teknologi 5.0).
    – Modernisasi alutsista untuk memperkuat kemampuan melindungi tanah air NKRI dan menghadapi ancaman.
  2. Prajurit Sejahtera:
    – Menjamin kebutuhan dasar prajurit dan keluarga dengan rawatan dan layanan kedinasan berkualitas di seluruh Nusantara.
  3. Industri Pertahanan Keamanan Kelas Dunia:
    – Mendorong kemandirian sebagai bagian dari rantai pasok global untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan, memperkuat alih teknologi, pembangunan kekuatan pertahanan, konektivitas nasional, dan penguatan daya gentar.
  4. Benteng Pertahanan Nusantara:
    – Mengembangkan kemampuan proyeksi strategis dengan strategi anti akses dan penangkalan wilayah untuk mengamankan kedaulatan teritorial dan pelaksanaan hak berdaulat di ZEE.
  5. Perisai Siber Nusantara:
    – Meningkatkan kemampuan siber di era komputer kuantum dan kecerdasan buatan dengan memperkuat BSSN dan pembentukan Angkatan Siber TNI.
    Upaya ini mencerminkan fokus pada diplomasi progresif, kepentingan nasional dalam perjanjian internasional, dan modernisasi serta penguatan pertahanan nasional.

GERAK CEPAT harus dilakukan agar bonus demografi yang akan segera berakhir, dapat kita peroleh untuk Menuju Indonesia Unggul. Dengan semangat kerja keras dan gotong royong oleh seluruh anak bangsa, kami yakin apa yang menjadi tujuan bersama ini akan dapat kita raih. Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi GERAK CEPAT kita bersama.

[jgd/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *