Gibran Dinilai Belum Layak Jadi Cawapres, Pengamat: Jangan Pertaruhkan Negara

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Angkringan Oemah Semar Solo, Jumat [19/5] malam. [Ft. istimewa]

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Jelang pendaftaran capres-cawapres, sosok wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, disebut sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden [cawapres] yang akan mendampingi Prabowo Subianto di pilpres 2024 mendatang.

Salah satu pihak yang mengusulkan Gibran sebagai cawapres datang dari sejumlah pengurus DPC Partai Gerindra dan sejumlah relawan Jokowi.

Pengaman politik dari Universitas Pendidikan Nasional [Undiknas] I Nyoman Subandra mengatakan, sikap Partai Gerindra yang mendorong Gibran sebgai cawapres, hanya bumbu demokrasi yang ingin menarik simpati dan dukungan relawan Jokowi.

“ Tidak mungkin [Gibran cawapres Prabowo], jadi itu hanya hiburan dan bumbu-bumbu demokrasi saja. Bukan alternatif pilihan,” kata Subandra, Jumat [13/10] dikutip dari detikbali.

Subandra mengatakan, bahwa Gibran belum layak menjadi wakil presiden. Hal itu dilihat dari segi pengalaman maupun kedewasaan sebagai pejabat publik.

“Bagi Gibran untuk ukuran wapres ya terlalu instan,” ujarnya.

Subandra pun menilai, Gerindra tidak sungguh-sungguh untuk mendeklarasikan Gibran sebagai cawapres Prabowo, hanya uji publik saja.

“Sekalian uji respons publik terhadap Prabowo dan juga Gibran di ranah publik,” lanjut alumnus Universitas Airlangga itu.

Pun demikian, Subanda setuju jika dunia politik harus ada sosok anak muda yang kreatif dan cerdas. Namun, untuk cawapres tidak bisa di uji coba.

“Jangan pertaruhkan negara hanya untuk mengadopsi anak muda. Kalau Kaesang sebagai Ketua Partai PSI itu bagus, terobosan baru dan keren,” ungkapnya.

Meski putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya akan berpihak kepada Gibran, tetap saja Subanda tidak setuju jika Gibran menjadi cawapres.

Sebelumnya,, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Denpasar mendeklarasikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. Dukungan kepada Gibran sebagai pendamping Prabowo datang dari aspirasi seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra se-Denpasar.

Tak punya pengalaman pimpin RI

Pendapat senada juga disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Dia menilai, Gibran tak punya pengalaman dann sulit memimpin Indonesia yang begitu besar.

“ Maka tidak mungkin, sulitlah rasanya dipimpin oleh anak yang tidak punya pengetahuan yang cukup, pengalaman yang cukup, dan juga sikap-sikap yang cukup, yang ada leadership yang kuat, ya kan?” kata JK dikutip dari kumparan.

Jusuf Kalla [ft. dok PKS.id]
JK menambahkann, Indonesia merupakan negara dengan penduduk 270 juta, dengan 18 ribu pulau dan berbagai suku. Masalah ekonomi, politik, sosial, juga sangat kompleks.

“Itu harapan kita semua, semoga dipahami itu, bahwa ini bukan negeri kayak katakanlah di Laos, atau penduduk yang hanya 5 juta, atau penduduk di tempat negara-negara kecil. Ini negara terlalu besar. Jangan jadikan percobaan,” ujar dia.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *