Daerah  

Rusak Berat Ditimpa Pohon Tumbang, Gedung SMP Swadaya Noetoko Butuh Bantuan Dana Renovasi

STRATEGINEWS.id, Noetoko Fenun – Akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan. deras di sertai angin kencang, Gedung SMP Swadaya Noetoko yang beralamat di RT 03/RW 02, Tene, Dusun I, Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan berat pada Sabtu,13 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WITA.

Menurut Kepala SMP Swadaya Noetoko, Raimundus Tampani, S.Pd.Gr kepada media ini, Rabu (16/06/2026),, akibat pohon tumbang menghantam bangunan sekolah, maka terjadi kerusakan berat pada sejumlah bagian gedung.

“Dampaknya kami mengalami kesulitan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar ketika sekolah kembali aktif. Pasalnya sejumlah ruang belajar yang kami miliki sangat terbatas, sehingga sangat membutuhkan bantuan dari para donatur, Dinas Pendidikan, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan,” ujar Tampani.

Terpantau sejumlah kerusakan yang terjadi meliputi: Tembok bagian depan dan samping, Lantai dalam ruangan,
Dinding bagian depan dan samping, Balok kuda-kuda sebanyak 4 batang, Balok gording sebanyak 8 batang, Balok kaso sebanyak 20 batang, Seng sebanyak 50 lembar, Kursi siswa sebanyak 7 buah, serta Meja siswa sebanyak 4 buah.

Tampani menjelaskan, untuk memperbaiki bangunan yang rusak tersebut, pihak sekolah memperkirakan biaya kebutuhan renovasi sebagai berikut: Semen 40 sak, Pasir 5 ret, Bebak 35 ikat, Balok kaso ukuran 5×7 sebanyak 20 batang, Balok gording ukuran 5×10 sebanyak 8 batang, Balok kuda-kuda panjang 4 meter sebanyak 4 batang,
Seng sebanyak 50 lembar, Kursi siswa sebanyak 7 buah, Meja siswa tunggal sebanyak 4 buah, dan Batako sebanyak 100 buah, Total semuanya mencapai Rp24.085.000.

“Kami sangat berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak agar proses renovasi dapat segera dilakukan. Hal ini penting mengingat keberadaan gedung tersebut, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa”.jelas Tampani.

Terpisah warga setempat, Petrus Tefa, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi sekolah, mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut.

Dirinya mengatakan, hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Akibat kondisi cuaca yang ekstrem, sebuah pohon besar akhirnya tumbang dan menimpa bangunan sekolah.

“Saya juga kaget melihat kejadian itu. Hujan turun terus dari sore sampai malam, kemudian pohon tumbang dan merobohkan sebagian gedung sekolah,” ungkap Tefa.
( Loriku )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *